Berita Aceh Besar
Smile Train Sasar Pulo Aceh, Mencari Penderita Bibir Sumbing untuk Dioperasi Gratis
"Tujuan kita hanya satu, ingin membebaskan anak-anak Aceh dari bibir sumbing. Membangun kembali kepercayaan diri mereka."
Penulis: Misran Asri | Editor: Ibrahim Aji
"Tujuan kita hanya satu, ingin membebaskan anak-anak Aceh dari bibir sumbing. Membangun kembali kepercayaan diri mereka."
Laporan Misran Asri | Aceh Besar
SERAMBINEWS.COM, JANTHO - Kondisi pandemi Covid-19 yang sedang menerpa Aceh, tidak menyurutkan semangat Koordinator Smile Train Aceh, Rahmad Maulizar menyosialisasikan operasi bibir sumbing ke seluruh pelosok dan pedalaman Aceh.
Kemarin, Minggu (6/9/2020), pria yang memiliki keinginan untuk membebaskan anak-anak Aceh dari bibir sumbing dan celah langit-langit itu, baru kembali dari Pulo Aceh, Aceh Besar.
Tujuan Rahmad ke pulau terluar, tepatnya di Pulau Breueh, Pulo Aceh itu untuk menyosialisasikan tentang operasi bibir sumbing yang setiap minggu dilaksanakan di Rumah Sakit Malahayati Banda Aceh.
Rahmad yang pernah tampil dan diundang di Program Kick Andy pada salah satu stasiun TV Nasional, pada Juni 2018 lalu itu menyosialisasikan operasi bibir sumbing tersebut dengan memberi pengharapan kepada masyarakat, bahwa operasi tersebut dilakukan gratis.
Tak ada sepersen pun biaya yang harus dikeluarkan oleh keluarga pasien, bahkan sampai ke penginapan seluruh ditanggung.
• Bukan Sanksi Sasarannya, Ini Tujuan Mutlak Perwal Kota Banda Aceh Nomor 51 Tahun 2020 Dikeluarkan
"Tujuan kita hanya satu, ingin membebaskan anak-anak Aceh dari bibir sumbing. Membangun kembali kepercayaan diri mereka, sehingga bisa berbaur dengan nyaman sesama teman usianya," kata Rahmad kepada Serambinews.com, Senin (7/9/2020).
Menurutnya, sosialisasi operasi bibir sumbing yang dilakukan sehari penuh di Pulau Breueh itu, dengan cara Rahmad membagi-bagikan kartu namanya dan memasng sepanduk yang tertera nomor handphonenya.
"Kalau ada pasien bibir sumbing, bisa langsung menelpon kami di 081360395730 dan akan ditentukan segera jadwal operasinya," kata mantan alumni Universitas Teuku Umar (UTU) Aceh Barat ini.
Rahmad yang juga mantan penderita bibir sumbing itu menceritakan, sebelum dioperasi pada tahun 2008 lalu, ia merasa risih saat berada di antara teman dan lingkunganya.
Rahmad selalu dijauhi, disisihkan, bahkan kerap dihina karena cacat yang dialaminya itu.
• Kepolisian Inggris Ringkus Pelaku Penusukan di Kota Birmingham
Tapi, karena dukungan keluarga, Rahmad mengaku tetap tegar menghadapi hari-hari sulit yang dilaluinya.
Namun, pada tahun 2007, Rahmad mendapat informasi bahwa Smile Train yang bermarkas di New York, Amerika Serikat, sudah hadir di Rumah Sakit Malahayati, Banda Aceh.
Lembaga itu memberikan harapan baru baginya yang memberikan layanan operasi secara gratis untuk penderita bibir sumbing dan bocor celah langit-langit.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/smile_train_2020.jpg)