Berita Lhokseumawe
Pengungsi Wanita Rohingya Mulai Mengeluh Kesakitan, Dampak Terlalu Lama di Laut
Para pengungsi etnis Rohingya di BLK, Kandang, Lhokseumawe mulai mengeluhkan sakit. Diduga, akibat terlalu lama terombang-ambing di laut
Penulis: Zaki Mubarak | Editor: M Nur Pakar
Laporan Zaki Mubarak | Lhokseumawe
SERAMBINEWS.COM,LHOKSEUMAWE - Para pengungsi etnis Rohingya di BLK, Kandang, Lhokseumawe mulai mengeluhkan sakit.
Diduga, akibat terlalu lama terombang-ambing di laut, tanpa makanan dan air bersih yang cukup.
Setelah beberapa lama di Lhokseumawe, sebagian pengungsi wanita mulai merasakan sakit.
Amatan Serambinews.com, Selasa (8/9/2020) pagi sekira pukul 10.00 WIB, petugas medis datang.
Terutamapetugas Karantina Kesehatan Lhoksemawe.
Dibantu oleh beberapa staf penerjemah UNHCR datang untuk mempermudah komunikasi.
Kebanyakan pengungsi wanita Rohingya itu mengeluh kesakitan di perut dan bagian dada sesak, sulit bernafas.
Kemudian, mereka yang mengalami terserang sakit langsung mendapat respon dari pihak medis untuk di beri pertolongan awal.
Ketua Satgas Penanganan Pengungsi Rohingya yang juga selaku Kepala Dinas Sosial Kota Lhokseumawe, Ridwan Jalil, kepada Serambinews.com, Selasa (8/9/2020) mengakui hal itu.
Dia menyatakan masih melihat perkembangan kondisi kesehatan 296 etnis Rohingnya yang baru saja direlokasi ke BLK.
"Mereka masih dalam proses tahap pemulihan konidisi, hari ini pihak NGO local maupun nasional, telah mengecek seluruh kondisi kesehatan mereka,” katanya.
Selain itu, kata Ridwan, semuanya harus menerapkan standar penanganan Covid-19 bagi para pengungsi dari etnis Rohingya.
“Respon yang diberikan adalah dengan melakukan pendataan awal dan layanan kesehatan dasar," sebut Ridwan.
Menurutnya, informasi yang diterima olehnya, kebanyakan saat diperiks , umumnya mereka mengeluhkan sakit.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/etnis-rohingya-sakit.jpg)