Rabu, 20 Mei 2026

Pilkada 2020

7 Arahan Presiden Jokowi Terkait Penerapan Protokol Kesehatan dan Penyelenggaraan Pilkada 2020

Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberikan beberapa arahan terkait pelaksanaan protokol kesehatan pada saat proses Pilkada dan penyelenggarannya.

Tayang:
Editor: Faisal Zamzami
TRIBUN/SETPRES/AGUS SUPARTO
Presiden Joko Widodo meninjau progres penanganan Covid-19 di Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Jakarta Timur, Rabu (10/6/2020). Presiden mengunjungi Kantor Gugus Tugas Nasional Covid-19 yang berada di BNPB guna memantau penanganan COVID-19 pada masa new normal. 

SERAMBINEWS.COM - Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberikan beberapa arahan terkait pelaksanaan protokol kesehatan pada saat proses Pilkada dan penyelenggarannya.

Hal tersebut ia sampaikan saat memimpin Rapat Terbatas (Ratas) melalui konferensi video di Istana Merdeka, DKI Jakarta, Selasa (8/9/2020).

Kala itu, Presiden membahas mengenai Lanjutan Pembahasan Persiapan Pelaksanaan Pilkada Serentak 2020.

Terkait pelaksanaan protokol kesehatan, Presiden Jokowi memberikan 3 arahan tegas.

Pertama, keselamatan dan kesehatan masyarakat adalah segala-galanya.

"Jadi protokol kesehatan tidak ada tawar-menawar," tutur Presiden, dikutip dari Siaran Pers Setkab, Rabu (9/9/2020).

Kedua, keberhasilan untuk keluar dari berbagai risiko akibat pandemi.

Menurutnya, jika berhasil menangani masalah kesehatan maka berbagai permasalahan lain bisa turut serta tertangani.

Untuk itu, Presiden menekankan kedisiplinan penerapan protokol kesehatan dalam penyelenggaraan pilkada harus dilakukan.

Harus benar-benar ditegakkan dan tidak ada tawar-menawar.

"Karena saya mengikuti situasi di lapangan, masih banyak pelanggaran protokol yang dilakukan oleh bakal pasangan calon."

"Misalnya, masih ada deklarasi bakal pasangan calon pilkada yang menggelar konser yang dihadiri oleh ribuan dan mengundang kerumunan menghadirkan massa," imbuh Presiden.

Hal seperti ini, menurut Presiden, harus menjadi perhatian dan tidak bisa dibiarkan.

Ia juga menambahkan penyelenggaraan pilkada harus tetap dilakukan dan tidak bisa menunggu sampai pandemi berakhir.

"Karena memang kita tidak tahu, negara manapun enggak tahu, kapan pandemi Covid-19 ini akan berakhir," ungkap Presiden.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved