Sabtu, 9 Mei 2026

Jakob Oetama Tutup Usia, Begini Perjuangannya Dirikan Jaringan Media hingga Sebesar Sekarang

Jakob menghembuskan napas terakhirnya di Rumah Sakit Mitra Keluarga Kelapa Gading, Jakarta.

Tayang:
Editor: Amirullah
KOMPAS/WISNU WIDIANTORO
Pendiri Kompas Gramedia Jakob Oetama di ruang kerjanya di Gedung Kompas Gramedia, Jakarta, 7 Oktober 2016. 

SERAMBINEWS.COM - Pendiri Kompas Gramedia Jakob Oetama meninggal dunia di usianya yang ke-88 tahun, Rabu (9/9/2020).

Dilansir Sosok.ID dari Tribunnews.com, Jakob menghembuskan napas terakhirnya di Rumah Sakit Mitra Keluarga Kelapa Gading, Jakarta.

Adapun, melansir dari Kompas TV, jasadnya akan dibawa ke rumah duka di Jalan Sriwijaya, Jakarta Selatan.

Setelah itu, jenazah Jakob Oetama akan dibawa ke tempat persemayaman di Gedung Kompas Gramedia di Palmerah Selatan untuk menerima penghormatan terakhir.

Jakob Oetama sendiri mengawali kariernya sebagai seorang guru.

Viral Video Sebuah Mobil Diserang Orang Tak Dikenal, Ibu yang Sedang Gendong Anak Jerit Minta Tolong

Gadis 12 Tahun 4 Kali Dicabuli Pamannya saat Rumah Sepi, Korban Ngaku Dipegang dan Dicium

Cocok Ditanam di Rumah, 4 Tanaman Hias Ini Bisa Bawa Hoki dan Bikin Tajir

Tapi pria kelahiran Borobudur, Magelang, 27 September 1931 ini kemudian memilih banting setir menjadi seorang wartawan.

Bersama rekannya, PK Ojong, Jakob Oetama kemudian mendirikan jaringan media terbesar, Kompas Gramedia.

Di awal pendirian Intisari dan Kompas, keduanya berbagai tugas.

Jakob Oetama mengurusi editorial sementara PK Ojong bertugas untuk mengatur masalah bisnis.

Lima belas tahun berdiri, Jakob Oetama harus melanjutkan perjuangannya mengurus Kompas Gramedia seorang diri.

Sebab, PK Ojong tiba-tiba meninggal dunia dalam tidurnya pada tahun 1980.

Hal itu membuat Jakob Oetama harus memikul dua beban sekaligus dalam mengurus Kompas Gramedia.

“Saya harus tahu bisnis. Dengan rendah hati, saya akui pengetahuan saya soal manajemen bisnis, nol!

"Tapi saya merasa ada modal, bisa ngemong! Kelebihan saya adalah saya tahu diri tidak tahu bisnis," kenang Jakob Oetama, seperti dikutip Sosok.ID dari Kompas.com.

Habiskan Uang Rp 300 Juta Lebih, Seorang Mahasiswa Vietnam Berhasil Rakit Batmobile Impiannya

Sebelum Meninggal, Jakob Oetama Sempat Dirawat 2 Pekan di RS Mitra Keluarga Kelapa Gading

Justru kerendahan hati karena tak mengerti bisnis itu lah yang membuat Jakob Oetama mampu mengembangkan Kompas Gramedia hingga sebesar sekarang.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved