Rabu, 3 Juni 2026

‘Pak Dewan Bek Teunget, Gata Tumbon Karna Peng Lon!’

Masyarakat hari ini sudah gelisah, ekonomi tidak stabil, dan kesehatan tidak dijamin. Kami datang ke sini untuk membangunkan anggota dewan dari tidur

Tayang:
Editor: bakri
SERAMBI/HENDRI
Ketua DPRA, Dahlan Jamaluddin berbicara di hadapan mahasiswa dari lintas kampus di Aceh yang berdemonstrasi di dalam Gedung DPRA, Selasa (8/9/2020). 

* Mahasiswa Demo di DPRA

"Masyarakat hari ini sudah gelisah, ekonomi tidak stabil, dan kesehatan tidak dijamin. Kami datang ke sini untuk membangunkan anggota dewan dari tidurnya," ujar salah seorang orator melalui pengeras suara.

Unjuk rasa kembali terjadi di depan Gedung DPRA, Banda Aceh, pada Selasa (8/9/2020). Kali ini, aksi tersebut dilakukan oleh mahasiswa lintas kampus di Aceh. Dalam orasinya mereka antara lain meminta anggota DPRA tidak tidur pada saat kondisi ekonomi masyarakat terjepit akibat pandemi Covid-19. "PAK DEWAN BEK TEUNGET, GATA TUMBON KARNA PENG LON (Pak dewan jangan tidur, Anda gendut karena uang saya)!!!," demikian bunyi salah satu spanduk yang diusung oleh pendemo.

Amatan Serambi, kemarin, pengunjuk rasa tiba ke Gedung DPRA di Jalan Tgk Daud Beureueh, setelah berjalan khaki dari Simpang Lima, Banda Aceh. Dengan dikawal anggota polisi dan Satpol PP, mahasiswa dari berbagai kampus di Aceh, ini ingin menyampaikan aspirasi di gedung wakil rakyat tersebut. Secara bergantian, mereka menyampaikan orasi di bawah siraman hujan gerimis.

"Masyarakat hari ini sudah gelisah, ekonomi tidak stabil, dan kesehatan tidak dijamin. Kami datang ke sini untuk membangunkan anggota dewan dari tidurnya," ujar salah seorang orator melalui pengeras suara.

Kedatangan mahasiswa tersebut disambut Ketua DPRA, Dahlan Jamaluddin, dan beberapa anggota dewan lainnya. Awalnya, anggota dewan juga ikut berdiri di bawah gerimis bersama mahasiswa. Tapi, kemudian mahasiswa meminta para wakil rakyat berdiri di teras agar tidak basah.

Dalam orasinya, mahasiswa 'menggugat' anggota dewan yang terkesan diam saja terhadap kebijakan-kebijakan Pemerintah Aceh yang selama ini kerap menuai protes. Mereka meminta anggota dewan untuk menggunakan fungsinya untuk melakukan pengawasan. Seperti dana refocusing untuk penangganan Covid-19 sebesar Rp 2,3 triliun yang sampai saat ini tidak tahu dibawa kemana oleh Pemerintah Aceh.

"Aceh memiliki dana refucosing 2,3 triliun rupiah, tapi rakyat Aceh belum merasakannya. Yang ada bantuan dari pusat," kata Presma Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Aceh, M Safrizal.  Padahal, menurutnya, anggaran itu diperuntukkan sebagai dana stimulus bagi sektor ekonomi, pendidikan, dan kesehatan. "Kita hari ini bukan kekurangan orang pintar, tapi kekurangan orang jujur," ungkap orator lain dari Universitas Serambi Mekkah (USM) Banda Aceh.

Setelah berorasi sekitar satu jam, mahasiswa ingin Ketua DPRA, Dahlan Jamaluddin, yang menyambut mereka dan menyampaikan pendapat terhadap tuntutan yang disampaikan oleh pengunjuk rasa. Tapi, mahasiswa tidak ingin pimpinan DPRA menyampaikan pandangannya sambil berdiri di luar gedung DPRA. Massa meminta agar mereka diizinkan masuk ke ruang rapat paripurna.

Saat itu, hampir saja terjadi dorong-dorongan. Untung saja, Dahlan cepat mengambil sikap dengan memberi izin kepada massa untuk masuk ke ruang rapat paripurna. Secara teratur, mahasiswa masuk ke gedung dan kemudian mereka langsung duduk di kursi anggota DPRA dan sebagian lainnya duduk lesehan di lantai.

Dalam pertemuan itu, Dahlan menyampaikan bahwa selama ini pihaknya tidak diam. Terkait penanganan Covid-19, menurut Dahlan, sejak awal kasus terjadi pada Maret lalu, DPRA sudah menyampaikan beberapa skema penanganan wabah tersebut kepada Pemerintah Aceh. Skema itu mencakup pencegahan maupun penanganan dan penularan Covid-19 di Aceh.

Dahlan juga menyampaikan, ada beberapa rekomendasi yang disampaikan kepada Pelaksana tugas (Plt) Gubernur Aceh, Ir Nova Iriansyah MT, untuk menerapkan protokol kesehatan secara ketat dengan menutup semua pintu masuk ke Aceh baik jalur darat maupun udara. "Tapi, sampai hari ini belum ada plan (rencana) dan skema yang dilakukan Pemerintah Aceh dalam penanganan Covid-19," ungkap Dahlan Jamaluddin. Usai mendengarkan penjelasan Ketua DPRA, mahasiswa membubarkan diri secara tertib. (mas)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved