Rabu, 3 Juni 2026

Berita Lhokseumawe

Satu Pengungsi Wanita Rohingya Meninggal Dunia, Ini Penjelasan RSU Cut Meutia

Seorang pengungsi wanita Rohingnya, meninggal dunia pada, Selasa (8/9/2020) sekira pukul 18.30 WIB.Ini merupakan kematian pertama akibat didera sakit

Tayang:
Penulis: Zaki Mubarak | Editor: M Nur Pakar
For: Serambinews.com
Jenazah Nur Khalimah (21), pengunsi Rohingya yang meninggal dunia dibawa untuk disimpan di peti es RS Cut Meutia, Lhokseumawe pada Selasa (8/9/2020) malam. 

Laporan Zaki Mubarak | Lhokseumawe  

SERAMBINEWS.COM,LHOKSEUMAWE - Seorang pengungsi wanita Rohingnya, meninggal dunia pada, Selasa (8/9/2020) sekira pukul 18.30 WIB.

Ini merupakan kematian pertama akibat didera sakit bagi etnis Rohingya.

Pengungsi Rohingya yang meninggal itu bernama Nur Khalimah (21).

Awalnya belum diketahui apa penyebab meninggalnya seorang wanita Rohingya.

Namun saat ini menurut informasi yang diterima Serambinews.com, Selasa (8/9/2020) satu jenazah etnis Rohingya itu telah dibawa ke RSU Cut Meutia, Bukit Rata, Lhokseumawe.

Pengungsi Rohingya yang baru saja direlokasi ke BLK, setelah terdampar di pantai Ujong Blang itu dilaporkan meninggal karena didera sakit sesak nafas.

“Jadi tidak dilakukan visum, karena meninggalnya hal yang wajar," ujar Humas RSU Cut Meutia Aceh Utara Jalaluddin kepada Serambinews.com, Selasa (8/9/2020) malam..

Dikatakan, berdasarkan hasil pemeriksaan awal, ada penumpukan cairan di paru-parunya, sehingga sulit untuk bernafas.

Disebutkan, jenazah wanita Rohingya ini telah disimpan dalam peti es.

“Kabarnya besok jenazahnya, akan dikebumikan di TPU Kuta Blang, Lhokseumawe,” jelasnya.

Secara terpisah ketua Satgas Penanganan Pengungsi Rohingya yang juga selaku Kepala Dinas Sosial Kota Lhokseumawe, Ridwan Jalil, kepada Serambinews.com, Selasa (8/9/2020) malam membenarkan meninggalnya satu warga Rohingya.

“Tadi saya saya sudah cek ke RSU Cut Meutia, bah wahwa jenazahnya sudah disimpan di peti es untuk selanjutnya akan dimakamkan di TPU Kuta Blang,” terangnya.

Namun sambungnya, sementara dugaan awal Nur Khalimah meninggal karena didera sakit sesak nafas dan sakit didalam perut.

“Mungkin selama di kapal ia makan dan minun tidak jelas apa, jadi selama tujuh bulan dilaut, sehingga kondisi kesehatannya ngedrop,” pungkasnya. (*)

294 Pengungsi Rohingya Selesai Jalani Rapid Tes Covid-19, Ini Hasilnya

Pengungsi Wanita Rohingya Mulai Mengeluh Kesakitan, Dampak Terlalu Lama di Laut

Etnis Rohingya Jalani Rapid Tes, 114 Orang Non-Reaktif

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved