Jumat, 8 Mei 2026

Kesehatan

Segudang Manfaat Daun Dewa, Meningkatkan Kesuburan hingga Antikanker

Daun dewa merupakan salah satu bahan herbal yang diandalkan masyarakat Indonesia dalam pengobatan tradisional.

Tayang:
Editor: Amirullah
Urban Gardening Mom
Tumbuhan daun dewa (Gynura procumbens) 

Aktivitas antikanker

Daun dewa telah lama digunakan sebagai pengobatan tradisional untuk kanker seperti leukemia, rahim, dan kanker payudara.

Secara mekanis, daun dewa menghambat fase inisiasi karsinogenesis.

Pengobatan dengan daun dewa juga telah terbukti merangsang ekspresi glutathione-transferase yang terlibat dalam detoksifikasi senyawa karsinogenik.

Kegiatan ini membantu untuk mencegah pembentukan kanker pada fase inisiasinya.

Berdasarkan studi yang dilaporkan, daun dewa tampaknya menjadi agen kemoterapi yang efektif terhadap berbagai jenis sel kanker dan memberikan aktivitas antikanker melalui modulasi berbagai titik karsinogenesis termasuk inisiasi kanker, proliferasi sel, metastasis, dan angiogenesis.

Efek perlindungan organ

Efek perlindungan daun dewa terhadap kerusakan jaringan dan organ tubuh juga telah dievaluasi.

Daun dewa ditemukan memberikan efek gastroprotektif karena memberi ekstrak etanol secara signifikan mengurangi area ulkus lambung.

Dalam sebuah studi tentang kerusakan kulit, properti antiphotoaging dari daun dewa telah ditemukan menyebabkan penghambatan yang signifikan dari iradiasi ultraviolet dalam fibroflast dermal manusia.

Selain itu daun dewa juga ditemukan memiliki efek proteksi pada ginjal dan hati.

Aktivitas antiinflamasi

Dalam pengobatan tradisional Thailand, daun dewa umumnya digunakan untuk mengobati peradangan.

Hal ini ditunjukkan dalam pencegahan peningkatan ketebalan telinga tikus yang disebabkan oleh peradangan yang diinduksi minyak puring.

Selain itu, aplikasi topikal ekstrak etanol pada luka hewan yang diuji menunjukkan tanda-tanda penyembuhan kulit yang signifikan, lebar parut yang lebih sedikit, dan tingkat penyembuhan yang lebih cepat jika dibandingkan dengan kelompok kontrol yang diobati dengan saline.

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved