Minggu, 10 Mei 2026

Tamiang Kekurangan Truk Sampah  

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Aceh Tamiang harus memberdayakan truk warisan Aceh Timur untuk mengangkut sampah

Tayang:
Editor: bakri
hand over dokumen pribadi
Kadis LH Aceh Tamiang, Sayed Mahdi. 

KUALASIMPANG – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Aceh Tamiang harus memberdayakan truk warisan Aceh Timur untuk mengangkut sampah. Pemberdayaan truk lawas ini untuk sementara dinilai sebagai solusi terbaik, mengingat Aceh Tamiang hanya memiliki lima unit truk sampah.

Kadis LH Aceh Tamiang, Sayed Mahdi secara gamblang menyebutkan, keberadaan lima truk belum mampu menjangkau seluruh wilayah di Aceh Tamiang setiap hari dan bersamaan.

Selayaknya, kata dia, Aceh Tamiang harus memiliki minimal 10 unit truk agar proses sapu, angkat, angkut, serta buang bisa dilakukan rutin. “Kalau sekarang inikan kita terpaksa membuat jadwal. Lima truk ini hanya mampu mengunjungi kecamatan per dua hari,” kata Sayed, Selasa (8/9/2020).

Mirisnya dari lima unit truk yang dimiliki hanya dua dalam kondisi layak. Dua truk ini merupakan armada baru yang dibeli Pemkab Aceh Tamiang pada Juni 2020 lalu. Selain itu, menjadikannya pembelian pertama sejak Aceh Tamiang berpisah dari Aceh Timur pada tahun 2002. Sedangkan tiga armada lainnya merupakan warisan dari Aceh Timur.

Awalnya, kata Sayed, warisan dari Aceh Timur ada empat truk. Namun satu unit sudah tidak bisa digunakan karena rusak berat dan memerlukan biaya sangat besar untuk perbaikan. “Sebelumnya sudah sempat masuk daftar penghapusan aset. Tapi karena butuh, ketika itu kita memohon agar jangan dihapuskan,” ungkapnya.

Tahun depan, Sayed menyebutkan, ada kemungkinan penambahan beberapa armada, di antaranya masing-masing satu unit truk, arm rool dan lima kontainer yang bersumber dari Otsus. Meski belum memadai, dia menyambut baik bantuan ini untuk membantu proses pengangkutan sampah yang setiap harinya mencapai 30-35 ton. “Arm rool ini kita juga sangat perlu karena dibutuhkan untuk mengangkut kontainer,” ujarnya.

Pada sisi lain, Kadis Lingkungan Hidup Aceh Tamiang, Sayed Mahdi mengungkapkan, instansinya mendapat kucuran Dana Intensif Daerah (DID) sebesar Rp 500 juta. Bantuan ini langsung dimanfaatkan DLH untuk meningkatkan fasilitas kebersihan berupa tong sampah 100 unit dan kontainer sampah delapan unit.

Meski penambahan ini belum mampu menutupi persoalan selama ini, setidaknya keberadaan tong sampah dan kontainer baru ini memacu kinerja 161 petugas kebersihan yang setiap harinya berjibaku dengan sampah. “Khususnya tong sampah kebutuhan kita sangat tinggi. Kalau 100 unit, untuk Kualasimpang saja saya pikir masih kurang,” kata Sayed, Selasa (8/9/2020).

Minimnya tong sampah, diakui Sayed, menjadi salah satu penyebab Aceh Tamiang tidak mendapat penghargaan Adipura. “Dalam pemeriksaan P1, kita sudah tidak lolos. Salah satunya karena tidak ada tong sampah di Kota Kualasimpang,” beber Sayed.(mad)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved