Update Corona di Subulussalam
Update 9 September - Bertambah 5 Orang Positif Covid-19 di Subulussalam, Seorang Meninggal Dunia
Kasus orang positif Covid-19 di Kota Subulussalam, Kamis (9/9/2020) hari ini kembali bertambah lima orang. Total menjai 23 kasus positif.
Penulis: Khalidin | Editor: Safriadi Syahbuddin
Laporan Khalidin | Subulussalam
SERAMBINEWS.COM, SUBULUSSALAM - Kasus orang positif Covid-19 di Kota Subulussalam, Kamis (9/9/2020) hari ini kembali bertambah lima orang.
Dari lima kasus penambahan positif Covid-19, seorang dilaporkan meninggal dunia di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Subulussalam.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Subulussalam, Munawaroh SSi Apt MKes yang dikonfirmasi Serambinews.com, membenarkan adanya penambahan jumlah positif Covid-19 di Subulussalam.
Menurut Munawaroh, penambahan kasus tersebut sebanyak lima orang, dan satu diantaranya meninggal dunia.
Empat kasus lain yakni dari keluarga almarhum S (54), warga Kecamatan Simpang Kiri yang meninggal pekan lalu.
Pascameninggalnya S, Dinkes Kota Subulussalam melakukan tracking terhadap keluarga yang kontak erat dengan almarhum.
Nah, informasi yang dihimpun dari sejumlah keluarga yang menjalani swab, empat dinyatakan positif Covid-19.
Sejauh ini, Kadinkes Subulussalam belum membeberkan inisial dan sebaran penambahan kasus Covid-19 terbaru.
“Benar ada penambahan lima kasus. Satu orang meninggal dan empat lainnya dari keluarga S yang meninggal minggu lalu,” ujar Munawaroh.
• Per 9 September 2020, Ini Jumlah Warga Lhokseumawe yang Terpapar Covid-19, Empat Masih Dirawat
Dengan penambahan 5 orang, jumlah total kasus positif Covid-19 di Subulussalam menjadi 23 orang.
Data sebelumnya
Jumlah warga maupun tenaga kesehatan yang terkonfirmasi positif virus Corona di Kota Subulussalam terus bertambah.
Terkini, Gugus Tugas Covid-19 Kota Subulussalam dalam siaran persnya yang dikirim Juru Bicara Baginda Nasution SH MM Jumat (4/9/2020) menyampaikan update kasus positif Covid-19 menjadi 18 orang.
Jumlah tersebut setelah adanya penambahan tiga kasus positif Covid-19, Kamis (3/9/2020), berdasarkan hasil Swab Laboratorium penyakit infeksi Unsyiah Banda Aceh.
Dari 18 kasus positif covid-19, sebanyak tiga orang dilaporkan meninggal dunia 8 orang sembuh dan tiga dalam masa karantina.
Penambahan kasus ini diyakini akan terus terjadi lantaran beberapa pasien yang meninggal dunia difardhu kifayahkan tanpa protokol kesehatan.
Seperti yang terjadi pada pasien berinisial R yang meninggal Rabu pekan lalu serta pasien berinsial S meninggal, Selasa (2/9/2020).
Keduanya meninggal dunia sebelum hasil Swab dari Laboratorium Unsyiah keluar.
“Dengan bertambahnya kasus covid-19 dI kota subulussalam trend grafiknya terus meningkat,” kata Baginda.
• Pemandangan Mengerikan Penjara Paling Berbahaya Di Dunia, Isinya Geng Kriminal dan Pembunuh Bayaran
• Rutin Makan 2 Siung Bawang Putih Campur Madu Selama Seminggu, Ini Keajaiban yang Terjadi Pada Tubuh
• PNS Cari Jodoh Ngaku Masih Perawan, Minta Mahar Sejumlah Umur Hingga Mobil Usai Malam Pertama
Lantaran itu, selaku gugus tugas Covid-19, Baginda mengimbau semua komponen masyarakat untuk bersama-sama dan bergotong royong saling mengingatkan.
Warga diminta untuk selalu menerapkan protokol kesehatan, memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, dan menghindari kerumunan.
Dia menyatakan dalam keadaan darurat diharapkan semua pihak untuk bisa menjaga suasana yang sejuk dan damai tidak perlu menghujat.
Baginda mengingatkan semua komponen tidak membuat hal-hal bersifat memaki dan menyalahkan siapapun. Karena pemerintah saat ini sedang berbuat dalam menangani covid-19.
Baginda meminta semua pihak dapat secara bersama-sama untuk mencegah penularan covid-19 melalui mendisiplinkan diri.
Seperti menjaga kesehatan diri, menjaga imunitas dan tetap mendekatkan diri kepada Allah Swt.
“kita jangan panik, jangan takut berlebihan atau sebaliknya takabbur atau sombong namun kita harus berupaya dan berikhtiar sebagai upaya kita insan yang lemah,” ujarnya.
Untuk kedua kalinya pasien positif Covid-19 di Kota Subulussalam dimakamkan tanpa melalui protokol kesehatan (Prokes).
Hal itu disampaikan Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 Kota Subulussalam Baginda Nasution, kepada Serambinews.com, Jumat (4/9/2020).
Pasien positif Covid-19 yang meninggal dunia dan proses fardhu kifayahnya tanpa protokol kesehatan berinsial S, warga Kecamatan Simpang Kiri.
“Tidak melalui protokol kesehatan karena almarhum sudah keluar Rumah Sakit atau pulang ke rumah atas permintaan sendiri, sebelum meninggal dunia,” kata Baginda.
Dijelaskan, S telah meninggal dunia sebelum hasil swabnya dari laboratorium Unsyiah Banda Aceh keluar.
S sendiri masuk ke ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Kota Subulussalam Minggu 30 Agustus lalu sekitar pukul 02.00 WIB.
Dia dirawat di RSUD Subulsusalam dengan keluhan sesak nafas serta demam selama dua hari.
Pasien dibawa karena sudah sulit diajak komunikasi (cenderung mengantuk).
Sementara berdasarkan informasi dari RSUD Subulussalam S memiliki riwayat penyakit hipertensi dan DM type II.
Pasien S pun dirawat di ruang kelas II hingga September 2020. Selanjutnya sempat dipindahkan ke ruang ICU pukul 10.30 wib dan diagnosa pasien hipglikemia +pneumonia +HHD +DM TYPE II.
Proses pengambilan swab pasien S diaksanaan pada Senin 31 Agustus lalu. Namun pasein pulang atas permintaan sendiri (PAPS) Selasa 1 September sekitar pukul 18.00 WIB.
Selasa (2/9/2020) pasien dikabarkan meninggal dunia. Sementara hasil swabnya baru keluar Kamis (3/9/2020).(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/kepala-dinas-kesehatan-subulussalam.jpg)