Breaking News
Jumat, 17 April 2026

Berita Pidie Jaya

Peternakan Sapi Milik BUMDes Mancang Pidie Jaya Juara I Tingkat Aceh, Begini Pola Kerja & Bagi Hasil

BUMDes melalui kelompok ternak sapi ini dinilai mampu mengembangkan perekonomian masyarakat gampong setempat.

Penulis: Idris Ismail | Editor: Mursal Ismail
Kiriman Camat Meurah Dua, Safrizal
Camat Meurah Dua, Pidie Jaya, Safrizal (kanan) didampingi Keuchik Mancang, Meurah Dua, Jamaluddin melihat peternakan sapi milik BUMDes gampong tersebut di gampong setempat, Kamis (10/9/2020). 

BUMDes melalui kelompok ternak sapi ini dinilai mampu mengembangkan perekonomian masyarakat gampong setempat. 

Laporan Idris Ismail I Pidie Jaya

SERAMBINEWS.COM,MEUREUDU - Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Gampong Mancang, Kecamatam Meurah Dua, Pidie Jaya (Pijay), meraih juara I seagai kelompok peternakan berprestasi tingkat Aceh.

BUMDes melalui kelompok ternak sapi ini dinilai mampu mengembangkan perekonomian masyarakat gampong setempat. 

Camat Meurah Dua,T Safrizal SSTP MSM, mengatakan atas prestasi itu, pihak BUMDes Mancang menerima hadiah uang tunai Rp 7,5 juta dari Dinas Peternakan Aceh. 

Lomba ini diadakan Dinas Peternakan Aceh yang menurunkan tim untuk memantau langsung ke kabupaten/kota, termasuk Pidie Jaya pada Selasa dan Rabu (8-9/9/2020).

"Kelompok Mancang ini meraih nilai tertinggi, yaitu 804,05," kata Safrizal didampingi Keuchik Gampong Mancang, Jamaluddin kepada Serambinews.com, Kamis (10/9/2020). 

BREAKING NEWS - Warga Demo Kantor Kejari Aceh Singkil, Minta Penjelasan Penanganan Kasus Jalan

Anak di Bawah Umur Dominasi Kurir Sabu, Temuan PB-HAM Pidie

Makanan di Kulkasnya Selalu Hilang Misterius, Pemilik Rumah Ini Terkejut saat Tahu Pelakunya

Keuchik Mancang, Jamaluddin, menyebutkan usaha penggemukan sapi ini sudah dilakukan di gampong ini sejak 2016.

Ketika itu, 34 sapi desa tersebut dipelihara warga atau kelompok peternak ini yang pengandangannya ditempatkan di satu titik digampong tersebut. 

Kemudian, kini tahun 2020 sapi itu sudah berjumlah 50 ekor. 

Pembagian keuntungan dari penjualan sapi ini untuk 21 pengurus BUMDes dan kas desa senilai 35 persen dan 65 persen untuk pemilik atau yang pelihara ternak. 

Kata keuchik, biasanya sapi-sapi itu dijual Rp 15 juta hingga Rp 18 juta setiap meugang atau untuk kebutuhan kurban. 

Keuchik menambahkan pemeliharaan sapi desa yang dikandangkan dalam satu tempat ini telah menguntungkan peternak, menjadi kas desa.

Selain itu, juga ikut dinikmati warga saat penyembelihan ketika meugang yang dagingnya dibagikan kepada warga setempat dalam dua tahun terakhir, termasuk di tengah pandemi corona saat ini. 

Keuchik menambahkan program ini juga mendukung Peraturan Bupati (Perbub) dan Qanun Penertiban Ternak. 

Pasalnya, melalui pemeliharaan ternak yang kandangnya dipersiapkan di satu tempat ini dapat mencegah sapi berkeliaran di tempat umum. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved