Luar Negeri

Pesawat Terpaksa Mendarat tak Sesuai Jadwal setelah Penumpang Menolak Memakai Masker

Lantaran tak mau memakai masker, kapten memutuskan untuk mengalihkan pesawat dan terpaksa mendarat di Bandara Niigata untuk mengeluarkan pria tersebut

Penulis: Firdha Ustin | Editor: Safriadi Syahbuddin
Tangkapan layar Youtube / 旅人レオ
Kementerian transportasi mengatakan ini adalah pertama kalinya penerbangan domestik melakukan pendaratan tidak terjadwal karena masalah terkait masker. 

SERAMBINEWS.COM - Beberapa bulan setelah pandemi Covid-19, masker wajah telah menjadi kebutuhan orang-orang di seluruh dunia saat mereka keluar rumah.

Barang penutup mulut dan hidung ini wajib digunakan untuk mencegah penyebaran virus corona.

Tetapi beberapa orang terus melanggar peraturan kesehatan masyarakat, seperti seorang pria yang berada dalam penerbangan domestik di Jepang pada Senin (7/9/2020) ini.

Dia menolak untuk menurut menggunakan masker.

Melansir NHK World Japan, Kamis (10/9/2020), ketika pesawat Peach Aviation hendak lepas landas, seorang pramugari memperhatikan bahwa penumpangnya tidak memakai masker dan memintanya untuk mengenakannya.

Langit California Berubah Merah, Kebakaran Hutan Landa Pantai Barat AS

Pria itu marah dan tak terima setelah diingatkan, penumpang lain menyuarakan keprihatinannya, meminta pergantian kursi karena tidak ingin duduk di sebelahnya lantaran tidak menggunakan masker.

Ia bahkan mulai meneriaki penumpang lain dan bahkan mengancam awak kabin.

Lantaran tak mau memakai masker dan juga meresahkan penumpang, kapten memutuskan untuk mengalihkan pesawat dan terpaksa mendarat di Bandara Niigata di pantai Laut Jepang untuk mengeluarkan pria itu dari pesawat.

Pesawat berisi 124 penumpang lainnya, akhirnya tiba di Bandara Internasional Kansai, di Osaka, Jepang lebih dari 2 jam lebih lambat dari jadwal.

Hari Ini, Bertambah Dua Warga Lhokseumawe Terpapar Covid-19

Maskapai meminta penumpang untuk memakai masker sebagai tindakan pencegahan terhadap virus corona.

Kementerian transportasi mengatakan ini adalah pertama kalinya penerbangan domestik melakukan pendaratan tidak terjadwal karena masalah terkait masker.

Kyodo News melaporkan bahwa pihak maskapai berencana untuk meminta kompensasi 500.000 yen atau sekitar Rp. 69.000.000 dari pria tersebut karena mengganggu penerbangan dan menyebabkan ketidaknyamanan bagi pesawat Peach Aviation, penumpang dan awak.

Sejak Mei, maskapai penerbangan di Jepang telah merekomendasikan agar penumpang memakai masker untuk mengekang penyebaran Covid-19.

Trik Memasak Nasi Jadi Empuk dan Wangi Ala Warung Makan Padang, Ini Rahasianya

https://www.youtube.com/watch?v=Nhp07DOrcnQ

Ini adalah pertama kalinya seorang penumpang menolak memakai masker di bawah peraturan industri penerbangan di tengah pandemi virus corona, kata kementerian transportasi Jepang.

Pada 9 September, Jepang memiliki 72.726 kasus yang dikonfirmasi, dengan 1.393 kematian terkait dengan Covid-19. (Serambinews.com/Firdha Ustin)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved