Senin, 13 April 2026

Luar Negeri

90 Anggota Pasukan Penjaga Perdamaian PBB di Lebanon Positif Virus Corona

Sebanyak 90 anggota pasukan penjaga perdamaian PBB di Lebanon selatan positif virus Corona. Juru bicara pasukan UNIFIL pada Minggu (13/9/2020)

Editor: M Nur Pakar
AFP/Mahmoud ZAYYAT
Pasukan Penjaga Perdamaian PBB (UNIFIL) berpatroli desa Mais el Jabal, sepanjang perbatasan selatan Lebanon dengan Israel. pada 26 Agustus 2020. 

SERAMBINEWS.COM, BEIRUT - Sebanyak 90 anggota pasukan penjaga perdamaian PBB di Lebanon selatan positif virus Corona.

Juru bicara pasukan UNIFIL pada Minggu (13/9/2020) mengatakan sebagai kasus pertama yang dilaporkan.

Kasus-kasus yang dikonfirmasi dipindahkan ke fasilitas khusus UNIFIL yang dilengkapi untuk menangani kasus Covid-19, kata juru bicara UNIFIL Andrea Tenenti dalam sebuah pernyataan.

Dia mengatakan 88 dari mereka yang terinfeksi berasal dari kontingen yang sama.

Tetapi dia tidak merinci kebangsaan dari 90 penjaga perdamaian tersebut, lansir AFP, Minggu (13/9/2020).

"Kami telah melakukan pelacakan kontak yang kuat, dan menerapkan pengujian dan isolasi menyeluruh" untuk mencegah wabah yang lebih besar," katanya.

Sebanyak 45 negara menyumbang pasukan penjaga perdamaian ke UNIFIL, yang didirikan pada 1978 untuk berpatroli di perbatasan antara Lebanon dan Israel yang secara teknis sedang berperang.

Pada Agustus 2020, PBB memperpanjang mandat misi perdamaian satu tahun tetapi mengurangi kapasitas pasukan dari 15.000 menjadi 13.000 orang.

Tenenti mengatakan, operasi UNIFIL di sepanjang perbatasan Lebanon-Israel tidak terpengaruh oleh kasus virus Corona.

Lebanon telah menyaksikan lonjakan jumlah kasus virus Corona yang dikonfirmasi sejak ledakan 4 Agustus 2020 yang melanda pelabuhan Beirut,

Menewaskan lebih dari 190 orang dan menghancurkan sebagian besar ibu kota.

Negara kecil Mediterania itu telah mencatat total 23.669 kasus Covid-19, termasuk 239 kematian sejak wabah dimulai pada Februari 2020.

Pada Sabtu (12/9/2020) pihak berwenang mengumumkan 22 kasus virus Corona di penjara Roumieh, pusat penahanan terbesar di negara itu.

Telah lama terkenal karena kondisi buruk di beberapa bloknya, termasuk kepadatan yang berlebihan dan perlakuan kasar.(*)

Lebanon Akhiri Perbudakan Pekerja Rumah Tangga, Bisa Pulang dan Tetap Bisa Pegang Paspor

VIDEO Kebakaran Besar Terjadi Lagi di Pelabuhan Beirut Lebanon, Api dari Kontainer Minyak

Aktris Kolombia Sofia Vergara Tampil Dengan Busana Desaner Lebanon Zuhair Mirad

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved