Jumat, 5 Juni 2026

Luar Negeri

Yunani Mengizinkan Kapal Survei Turki Kembali ke Laut Mediterania, Cegah Perang Meletus

Pemerintah Yunani, Minggu (13/9/2020) mengizinkan kembali kapal survei Turki ke daerah sengketa di Laut Mediterania Timur.

Tayang:
Editor: M Nur Pakar
AFP/File
Kapal Patroli Rudal Cepat Hellenic Navy Roussen atau Super Vita class P 71 HS Ritsosy milik Turki terlihat di pulau kecil Yunani Kastellorizo, berjarak dua kilometer lepas pantai selatan Turki. 

SERAMBINEWS.COM, ATHENA - Pemerintah Yunani, Minggu (13/9/2020) mengizinkan kembali kapal survei Turki ke daerah sengketa di Laut Mediterania Timur.

Kawasan itu telah menjadi jantung perselisihan antara Yunani dan Turki mengenai hak atas energi minyak bumi dan gas (migas).

Kapal penelitian Oruc Reis kembali ke pelabuhan selatan Turki di Antalya untuk pertama kalinya dalam beberapa minggu.

Setelah Turki mengumumkan pada Juli 20202, akan mengirim kapal untuk bekerja di perairan yang diklaim Yunani sebagai yurisdiksi eksklusifnya.

“Ini adalah sinyal positif," jelas juru bicara pemerintah Yunani, Stelios Petsas kepada saluran TV Skai.

"Tetapi, kami akan melihat lagi perkembangan untuk membuat penilaian yang tepat,″ tambahnya.

Dia berharap ketegangan di wilayah itu akan turun, sekaligus mencegah pecahnya perang.

Perselisihan tentang potensi cadangan minyak dan gas telah memicu peningkatan militer di Mediterania Timur.

Sekutu Nominal NATO, Turki dan Yunani, keduanya mengirim kapal perang ke daerah tempat Oruc Reis terlibat dalam penelitian seismik.

Bahkan melakukan latihan militer untuk menegaskan klaim mereka.

NATO ikut campur tangan, mengatur pembicaraan antara militer kedua negara untuk mencegah pecahnya perang.

Padahal, sehari sebelumnya, Sabtu (12/9/2020), Perdana Menteri Yunani, Kyriakos Mitsotakis mengumumkan program pembelian senjata besar-besaran.

Bahkan, perombakan militer di tengah meningkatnya ketegangan dengan Turki di Mediterania Timur.

Apa yang tampaknya menjadi perombakan militer paling ambisius di Yunani dalam hampir dua dekade terungkap.

Karena terlibat pertikaian dengan Turki atas sumber daya hidrokarbon dan pengaruh Angkatan Laut di perairan lepas pantai mereka.

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved