Breaking News:

Dana Refocusing

Dana Refocusing Aceh Rp 2,3 T

"Dana refocusing Aceh adalah Rp 2,3 triliun. Ini angka Setelah ada penambahan dalam pembahasan refocusing tahap II."

For Serambinews.com
Sekretaris Daerah Aceh Taqwallah saat memberikan pembekalan kepada para keuchik se-Kabupaten Simeulue, pada Kunjungan Evaluasi Pengelolaan Dana Desa dan Gerakan Bersih, Rapi, Estetis dan Hijau (BEREH), di Aula Serbaguna Setdakab setempat, Sabtu (14/12). 

Dana Refocusing Aceh Rp 2,3 T

Dana refocusing APBA 2020 senilai Rp 1,7 triliun belakangan ini menimbulkan polemik di kalangan tertentu. Ada yang bertanya mengapa anggaran refocusing senilai Rp 1,7 triliun itu belum juga di­realisasikan? Selain itu ada pula yang mengatakan, penggunaan dana refocusing tidak transparan.

Menanggapi ini, Sekda Aceh dr Taqwallah M.Kes didampingi Asisten II Setda Aceh, H T Ahmad Dadek, SH dan Kepala Biro Humas Aceh Iswanto menjelaskan, dana refocusing  Aceh sebenarnya adalah Rp 2,3 triliun. Ini angka setelah ada penambahan dalam pembahasan refocusing tahap II.

Pengalokasian dana refocusing sehubungan pernyataan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada tang­gal 11 Maret 2020 seiring penyebaran virus Corona 2019 yang sudah menjadi pandemi. Menindaklanjuti ini, pada tanggal 20 Maret 2020, Pemerintah Pusat menerbitkan Inpres Nomor 4 tahun 2020 tentang Refocusing Kegiatan, Realokasi Anggaran, Serta Pengadaan Barang dan Jasa, dalam rangka Percepatan Penanganan Corona Virus Disease 2019 yang disingkat dengan Covid-19.

Untuk menguatkan Inpres Nomor 4 tahun 2020, pada tanggal 31 Maret 2020, pusat kembali menerbitkan Perpu Nomor 1 tahun 2020 tentang Kebijakan Keuangan Negara dan Stabilitas Sistem Keuangan untuk Penanganan Pandemi Covid-19.

Menindaklanjuti isi Perpu Nomor 1 tahun 2020, Mendagri menerbitkan Inmendagri Nomor tahun 2020 tentang Pencegahan dan Percepatan Penanganan Pandemi Covid-19, pada tanggal 1 April 2020. Dalam Inmendagri Nomor itu disebutkan, bahwa provinsi dan kabupaten/kota yang tidak melakukan refocusing sejak 7 hari, terhitung tanggal 1 April 2020, akan terkena rasionalisasi dana transfer pusat.

Pada tanggal 1-7 April, Tim Anggaran Pemerintah Aceh (TAPA) dan Satuan Kerja Pemerintah Aceh (SKPA) melakukan refocusing atau pengalihan anggaran  program dan kegiatan-kegiatan yang dinilai sifatnya belum begitu mendesak, untuk program dan kegiatan percepatan dan pencegahan penanganan Covid-19.

Anggaran yang terkena refocusing antara lain seperti, anggaran perjalanan dinas, kegiatan pelatihan, kegiatan yang belum lengkap dokumen, dan lain-lain. Dari hasil refocusing anggaran yang belum mendesak di masa pandemi Covid-19 itulah terkumpul anggaran senilai Rp 1,7 triliun.

Hasil refocusing anggaran senilai Rp 1,7 triliun itu dijadikan sebagai dana untuk kegiatan percepatan pencegahan dan penanganan pandemi covid 19 di Aceh.

Dana refocusing itu, awalnya akan digunakan untuk tiga kegiatan besar, pertama untuk penanganan kesehatan Rp 146 miliar, penanganan dampak ekonomi Rp 125 miliar, dan sosial safety net Rp 1,375 triliun.

Plt Gubernur Aceh, Ir Nova Iriansyah MT, meminta Sekda dr Taqwallah M.Kes dan para asistennya segera melaporkan program dan kegiatan refocusing  percepatan pencegahan dan penanganan covid 19 itu kepada Mendagri.

Perintah Plt Gubernur, disikapi Sekda Aceh bersama para asisten dengan melaporkan kepada Mendagri pada tanggal 8 April 2020, melalui Surat Gubernur Nomor 440/5902 tanggal 8 April 2020.(*)

Editor: iklan@serambinews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved