Breaking News:

HRD: Jalan ke Makam Cut Meutia Dibangun Tahun Depan  

Jalan ke makam pahlawan nasional Cut Meutia sepanjang 21 kilometer (Km) akan dibangun secara bertahap mulai tahun 2021

For Serambinews.com
H Ruslan M Daud (HRD), Anggota DPR RI 

BANDA ACEH - Jalan ke makam pahlawan nasional Cut Meutia sepanjang 21 kilometer (Km) akan dibangun secara bertahap mulai tahun 2021 mendatang. Hal itu disampaikan Anggota Komisi V DPR RI dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa, H Ruslan M Daud (HRD), seusai Rapat Dengar Pendapat (RDP) Pembahasan Anggaran 2021 dengan Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), di Gedung Parlemen Jakarta, Senin (14/9/2020).

HRD menjelaskan, secara status, jalan ke makam Cut Meutia merupakan jalan daerah (non-nasional). Walau secara regulasi membutuhkan diskresi Menteri PUPR supaya bisa dibangun menggunakan APBN, namun HRD menuturkan bahwa jika melihat jasa Cut Meutia sebagai pahlawan nasional sudah seharusnya negara hadir dan menghargai jasa almarhumah. “Inilah sebabnya saya mengajak Bapak Wakil Menteri PUPR meninjau langsung jalan tersebut pada bulan Februari lalu. Alhamdulillah, setelah perjalanan panjang nan terjal dan menantang, kami sampai juga di kuburan Cut Meutia. Dan yang kita dapat hari ini adalah hasil dari perjuangan dan perjalanan tersebut,” kenang HRD.

Politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini mengapresiasi dan berterima kasih atas diskresi Menteri PUPR bersama Wakilnya dengan menyutujui pembangunan jalan tersebut menggunakan APBN. “Saya juga ingin menyampaikan terima kasih kepada pemerintah daerah dan semua pihak yang terlibat, terutama Dirjen Bina Marga dan Kepala Balai Jalan Nasional Aceh yang sudah mengusulkan pembangunan jalan itu dengan skema multiyears contract (MYC). Tentunya dengan MYC ini akan memberi jaminan yang lebih besar bahwa jalan tersebut akan dibangun sampai tuntas,” timpal Ruslan.

Dalam RDP yang juga diikuti secara virtual oleh Kepala Balai Pelaksana Jalan Nasional Aceh, Elvi Roza, HRD meminta pembangunan jalan tersebut bisa tuntas dalam 2-3 tahun dengan kualitas yang baik. “Tahun 2021 sudah dianggarkan 50 miliar rupiah, dan kita akan mendorong agar dalam dua tahun ke depan bisa ditingkatkan. Sehingga jalannya selesai dibangun sesuai target. Saya juga ingatkan lima jembatan konvensional dan satu jembatan gantung dimasukkan dalam rencana anggaran yang akan dibuat,” tegas HRD mengingatkan.

Dukungan pembangunan jalan tersebut juga datang dari pimpinan dan anggota Komisi V DPR RI lainnya yaitu Jimmy Demianus Ijie dan Willem Wandik. Mereka menyampaikan bahwa dalam kunjungan kerja (kunker) Komisi V DPR RI ke Aceh yang dipimpin Wakil Ketua pada 18 Desember 2019, salah satu rekomendasinya adalah pembangunan jalan ke makam Cut Meutia. “Jadi, Pak Dirjen, ini adalah rekomendasi resmi dari Kunker Komisi V. Tolong diprioritaskan” dukung kedua politisi asal Papua tersebut.

Jembatan Peudada

HRD juga memperjuangkan supaya tahun depan jembatan Peudada, Kabupaten Bireuen, diganti. Dalam RDP itu, Ruslan meminta Dirjen Bina Marga untuk memperioritaskan pembangunan duplikasi, bukan merehab jembatan yang ada sekarang. “Kita khawatir kalau jembatan ini ambruk, tidak ada akses alternatif yang menghubungkan Medan dan Banda Aceh melalui pantai timur Aceh,” ujarnya.

Ia menjelaskan, usia jembatan existing Peudada sudah 30 tahun lebih. Di samping itu, konstruksi dan material jembatannya rawan rapuh terlebih lagi lokasinya sangat dekat dengan laut. “Karena itu, saya tetap mendorong supaya yang dianggarkan pada tahun 2021 adalah pembangunan jembatan baru, bukan rehabilitasi,” ujar HRD.

Ruslan juga memperjuangkan penggantian jembatan Simpang Uning, Takengon, Aceh Tengah, dan Jembatan Krueng Tamiang. Sebab, kedua jembatan itu sudah berusia tua dan berpotensi ambruk. “Jembatan Uning sudah pernah rebah di bagian tengahnya di tahun 2019. Saat ini cuma ditopang baja. Harus segera ditangani secara permanen,” tukas HRD yang kemudian didukung Irmawan, anggota Komisi V DPR RI yang juga Ketua DPW PKB Aceh.

Dijelaskan, kedua jembatan tersebut sudah memenuhi semua kriteria yang dipersyaratkan seperti perencanaan teknis (detailed enginering design), dokumen lingkungan, dan pembebasan lahan. “Jadi, semua readiness criteria sudah terpenuhi. Tidak ada alasan lagi untuk tidak diprioritaskan Pak Dirjen,” imbaunya.

HRD juga menjelaskan, khusus untuk Jembatan Enang-Enang, Kabupaten Bener Meriah, yang sudah ditinjau oleh Wakil Menteri PUPR, saat ini dalam proses penyusunan dokumen perencanaan. “Ditargetkan perencanaannya selesai pada Maret 2021. Untuk itu, kita akan kawal pembangunan fisiknya pada tahun 2022 nanti,” ujar Ruslan M Daud.

Dalam kesempatan tersebut, HRD kembali mengapresiasi Dirjen Bina Marga karena sudah mengakomodir aspirasinya untuk pembangunan jalan dua jalur Bireuen-Takengon dan Bireuen-Blang Bladeh. “Terima kasih sudah dimasukkan dalam RKA tahun 2021. InsyaAllah aspirasi ini akan bermanfaat untuk masyarakat Bireuen khususnya dan Aceh secara umum,” tandas HRD.

Bupati Bireuen 2012-2017 ini juga memperjuangkan sejumlah infrastruktur strategis lain di Aceh seperti jembatan evakuasi Pusong-Kandang (Lhokseumawe), Jalan Elak Idi (Aceh Timur) dan Jalan Lingkar Kota Langsa. Usulan-usulan tersebut ia perjuangkan sebagai tindak lanjut setelah ditinjau dalam berbagai kunjungan kerja.

“Program-program ini sudah saya tindaklanjuti baik secara tertulis maupun lisan saat RDP. Namun, karena statusnya non-nasional, kita membutuhkan diskresi Pak Menteri. Itu aturan dan prosedur yang harus kita tempuh. Tapi, saya komit untuk terus memperjuangkan sejumlah aspirasi tersebut sampai terealisasi,” pungkas HRD. (*)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved