Berita Aceh Barat Daya

Kisah Ibu dan Tujuh Anak Kembali Jadi Muslim, akan Menyusul Suami, Menantu dan Cucu

Kisah mengharukan dan penuh perjuangan dialami seorang ibu dan tujuh anaknya yang menjadi muslim di Aceh Barat Daya (Abdya)

Penulis: Zainun Yusuf | Editor: Muhammad Hadi
Foto kiriman Hendri Saifullah
Fatimah (39) bersama tujuh anak perempuannya berfoto usai mengucapkan dua kalimah syahadat sebagai ikrar memeluk Agama Islam di Masjid At-Taqwa Manggeng, Kecamatan Manggeng, Abdya, Sabtu (12/9/2020). 

Fatimah Telaum Banua kurang lancar berbahasa Indonesia, sehingga sang abang, Arbulan bersedia memberikan keterangan tentang perjuangan adeknya yang dikatakan sangat luar biasa untuk menjadi muslimah.

“Adek saya ini sejak lahir bergama Islam dengan nama Fatimah. Pindah keyakinan saat menikah dengan suami nonmuslim, namanya tidak berubah. Kami empat bersaudara, yang bungsu Fatimah,” kata Arbulan kepada Serambinews.com, Senin (14/9/2020).

Arbulan sudah enam tahun tinggal di Desa Ujong Blang (kuburan syahid), Labuhan Haji Barat, Aceh Selatan.

Sebelumnya, ia juga bertahun-tahun tinggal secara berpindah-pindah antara lain di Desa Padang dan Kampung Teungah, Kecamatan Manggeng, Abdya. Sehari-hari Arbulan kerja serabutan.

Arbulan mengaku sudah 20 tahun tidak pernah bertemu dengan Fatimah.

Keinginan bertemukan dengan sang adek terus diusahakan, akhirnya ada titik terang dengan bantuan seorang teman facebook di Sibolga.

Saat Mantan Suami Temani Mantan Istri Menikah Lagi, Isak Tangis Pecah di Atas Pelaminan

Bantuan teman di Sibolga itu, Arbulan berhasil memperoleh nomor telepon Fatimah sehingga berhasil terjalin komunikasi dengan Fatimah, setelah 20 tahun berpisah.

Melalui saluran telpon, Fatimah sempat curhat kepada Arbulan, tentang kehidupan keluarganya.

Dimana anak-anak perempuan tujuh orang tidak bersekolah, kecuali anak nomor 5 laki-laki bersekolah SMP dan tinggal dengan orang lain di Padang Sedempuan.

Tempat tinggal Fatimah dan keluarga sangat terpencil dalam kawasan hutan.

“Adek saya ini dan keluarga tinggal di kawasan hutan kawasan Desa Mursa, jaraknya satu hari naik mobil dari Padang Sidempuan. Tapi, dari pusat Desa Mursa, harus jalan kaki selama 4 jam baru mencapai lokasi tempat tinggal Fatimah,” papar Arbulan.

Hendak Makan Malam, Tapi Pekerja Restoran tak Ada, Sekeluarga Terkejut Saat Lihat ke Belakang

Fatimah tinggal di kawasan sangat terpencil seperti itu karena sang suami sangat hobi bekerja membuka lahan hutan belantara.

Akhirnya, tujuh anak perempuan dari 10 anak tidak pernah mengenyam pendidikan.   

Dalam pembicaraan melalui telepan dengan Arbulan, Fatimah mengutarakan keinginannya untuk kembali memeluk agama Islam di Aceh, dan meminta bantuan sang abang.

Halaman
1234
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved