Senin, 20 April 2026

Kasus Covid 19 Dunia

Angka Kematian Terendah di Dunia, Ini Rahasia Singapura Berhasil Tangani Covid-19

Singapura sudah menjadi pusat pariwisata medis untuk Asia Tenggara dengan banyak rumah sakit swasta dan fasilitas kesehatan umum...

Editor: Eddy Fitriadi
KOMPAS.com/ERICSSEN
Kelompok pesepeda berfoto ria bersama di depan ikon Singapura, Air Mancur Patung Merlion, di Marina Bay, Jumat (19/6/2020). 

SERAMBINEWS.COM - Singapura memiliki jumlah kematian kasus virus corona terendah secara global. Negeri Merlion ini hanya mencatat 27 kematian di antara lebih dari 57.000 orang yang telah terinfeksi Covid-19.

Menurut data Reuters, tingkat kematian Singapura yang sebesar 0,05% jauh di bawah rata-rata global sekitar 3% dari negara-negara yang mencatat lebih dari 1.000 kasus.

Perbandingan dengan negara-negara dengan jumlah populasi yang sama menunjukkan perbedaan yang mencolok. Tingkat kematian Denmark sekitar 3% dan Finlandia sekitar 4%.

Menurut data Kementerian Kesehatan Singapura, tidak ada yang meninggal akibat penyakit Covid-19 selama lebih dari dua bulan.

Pakar penyakit terkemuka di Singapura mengatakan bahwa berikut ini adalah faktor utama di balik fenomena tersebut: 

Demografi Infeksi

Sekitar 95% dari infeksi Covid-19 Singapura terjadi di antara pekerja migran, sebagian besar berusia 20-an atau 30-an, tinggal di asrama yang sempit dan bekerja di sektor padat karya seperti konstruksi dan pembuatan kapal.

Sementara parameter penyakit terus dipelajari seiring dengan perkembangan pandemi, tren global saat ini menunjukkan bahwa dampaknya tidak terlalu parah bagi orang yang lebih muda, banyak di antaranya menunjukkan sedikit atau tanpa gejala. 

Deteksi

Singapura telah berhasil mengurangi penyebaran virus melalui deteksi dini menggunakan pelacakan dan pengujian kontak agresif yang mendapat pujian dari Organisasi Kesehatan Dunia World Health Organization (WHO).

Singapura telah menguji swab hampir 900.000 orang, lebih dari 15% dari 5,7 juta populasi. Angka ini merupakan salah satu pengujian per kapita tertinggi secara global.

Penghuni asrama telah menjalani tes rostered. Pihak berwenang telah melakukan pengujian massal di antara komunitas yang rentan seperti panti jompo dan siapa pun yang berusia di atas 13 tahun dengan tanda-tanda infeksi saluran pernapasan akut ditawarkan tes gratis.

"Semakin banyak kami mendiagnosis, maka semakin rendah angka kematiannya," kata Hsu Li Yang dari Sekolah Kesehatan Masyarakat Saw Swee Hock di National University of Singapore. 

Rumah Sakit

Pendekatan pre-emptive juga diterapkan pada pengobatan. Pasien Covid-19 yang berusia di atas 45 tahun atau dengan kondisi awal yang membuat mereka rentan dirawat di rumah sakit meskipun mereka dalam keadaan sehat, kata dokter.

Sumber: Kontan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved