DPRK Langsa Usul Alat Tes Cepat Molekuler Untuk Deteksi Cepat Covid-19
Komisi III DPRK Langsa mengusulkan kepada Pemko dan RSUD Langsa agar membeli alat Tes Cepat Molekuler (TCM), untuk deteksi
LANGSA - Komisi III DPRK Langsa mengusulkan kepada Pemko dan RSUD Langsa agar membeli alat Tes Cepat Molekuler (TCM), untuk deteksi cepat Covid-19. Hal itu disampaikan Wakil Ketua Komisi III DPRK Langsa, Jeffry Sentana, Kamis (17/9/2020), menyikapi lamanya hasil pengujian Covid-19 di wilayah itu.
Menurut Jeffry, alat TCM akan memperkuat fasilitas pengecekan melalui metode swab. Hal itu lebih baik daripada harus mengeluarkan dana Rp 571.000.000 untuk test PCR. RSUD Langsa idealnya memilih opsi mempersiapkan mesin TCM yang dapat menentukan hasil swab hidung dan tenggorokan.
Pemeriksaan TCM umumnya dikenal sebagai prosedur pemeriksaan pada pasien tuberkulosis (TB). Pemeriksaan dengan TCM bisa menghasilkan akurasi hingga 99 persen. "Saya berpikir pengadaan alat TCM lebih efisien daripada harus mengeluarkan dana Rp 571.000.000. Kita semua ingin adanya percepatan penanganan Covid-19 secara efisien dan akurat," ucap Jeffry.
Dijelaskan, alat TCM memiliki tingkat akurasi yang tinggi, dangan hasil tes bisa diketahui kurang dari 1 jam. Alat ini sudah digunakan oleh fasilitas kesehatan di Provinsi Aceh serta kabupaten/kota lainnya. "Sementara alat Polymerase Chain Reaction (PCR) hasilnya lebih lambat. Hasil tes PCR bisa diketahui dalam waktu 24 jam. Ditambah lagi harganya yang mahal," sebut politisi Partai Gerindra ini.
Sebelumnya, kata Jeffry, terdapat usulan RSUD Langsa untuk melakukan kerja sama PCR dan harus ada dana sebesar Rp 571.000.000.
"Saya berharap penanganan Covid- 19 ini harus ditanggapi serius, bukan hanya sekadar menghabiskan anggaran refocusing dengan program tidak efisien dan kurang bermanfaat. Ini harus dipertimbangkan," imbuh Jeffry.(zb)