Kamis, 16 April 2026

Mimpi Faiz Maulana Merajut Cita-cita Bekerja di Sektor Migas  

FAIZ Maulana tak menyangka, ia akan terpilih menjadi salah satu penerima beasiswa Pemerintah Aceh yang akan melanjutkan pendidikan

Editor: bakri
For Serambinews.com
Plt Gubernur Aceh, Nova Iriansyah, memberi pengarahan sekaligus pelepasan keberangkatan penerima beasiswa diploma Aceh Carong, bagi anak kurang mampu, yatim-piatu, dan korban konflik, di Restoran Anjong Mon Mata, Meuligoe Gubernur, Rabu (16/9/2020). 

FAIZ Maulana tak menyangka, ia akan terpilih menjadi salah satu penerima beasiswa Pemerintah Aceh yang akan melanjutkan pendidikan di sektor minyak dan gas. Fais, begitu ia akrab disapa terpilih menjadi salah satu penerima beasiswa dari total 690 lebih pendaftar.

"Nggak nyangka juga bisa lulus. Nengok pilihan kampus di luar Aceh semua," kata Faiz, penerima beasiswa asal Aceh Tamiang saat dijumpai di Banda Aceh, Rabu (16/9/2020).

Faiz sempat ragu bisa lolos seleksi. Saat mengikuti ujian, ia mendengar pengumuman ada penambahan waktu pengerjaan soal. Ternyata penambahan waktu hanya diberikan kepada calon penerima beasiswa dari ruangan yang lain.

"Matematika cuma bisa menjawab beberapa. Saya berpikir dan realistis saja, mudah-mudahan bisa lulus. Semula memang udah nggak yakin, dan nggak nyangka alhamdulillah lulus," kata Faiz.

Alumnus Fatih Bilingual Scholl Banda Aceh itu sempat bimbang. Di hari yang sama pengumuman kelulusan beasiswa Pemerintah Aceh keluar juga pengumuman Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBNPTM). "Alhamdulillah lulus juga di MIPA Matematika ITB. Bingung memilih mana," kata Faiz.

Setelah berembuk dengan orang tua dan guru di sekolah, Faiz akhirnya memilih Akamigas Cepu. "Di ITB belum tentu juga mendapatkan beasiswa. Orang tua menyarankan ambil yang sudah pasti," kata anak pertama dari pasangan Fahkrurrazi dan Pahyuni itu.

Faiz adalah salah satu siswa berprestasi. Ia mendapatkan beasiswa sekolah tingkat SMP dan SMA di Fatih Bilingual Scholl. Saat SMP ia adalah peserta Olimpiade Matematika tingkat nasional. Sementara saat SMA ia mengikuti Olimpiade Matematika dan Komputer.

Di Cepu, Faiz akan belajar pada Program Studi Teknik Produksi Migas. Saat peminatan nanti, ia berencana mengambil Studi Teknik Panas Bumi. Sesuai amanah orang tua, usai studi ia berencana pulang mengabdikan diri di Aceh.

Senada dengan Faiz Maulana, ada Maliki, alumnus SMK Negeri 1 Bireuen. Mendapatkan informasi dari whatsapp group, ia mencoba peruntungan, ikut seleksi beasiswa Aceh Carong dari pemerintah Aceh. Ia memilih Politeknik Energi Mineral Akamigas karena meyakini prospek kerja untuk lulusan tersebut di masa depan sangat dibutuhkan. Saat mendapatkan pengumuman lulus seleksi, orang tua Maliki berat hati melepas kepergian anak bungsunya tersebut. "Harus ke Jawa dan jauh dari Aceh. Berat dilepas sama orang tua," kata Maliki.

Namun demi mendapatkan pendidikan yang lebih baik, Anwaruddin dan Basyariyah, orang tua Maliki akhirnya mengizinkan anaknya itu berangkat. Faiz Maulana dan Maliki lolos beasiswa pemerintah Aceh dan akan melanjutkan pendidikan di Politeknik Energi Mineral Akamigas Cepu, kampus vokasi di Blora Jawa Tengah. Bagi mereka berdua, mendapatkan beasiswa Aceh Carong ini adalah jalan merajut mimpi kuliah dan bekerja di sektor minyak dan gas.(dan)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved