Rabu, 6 Mei 2026

Petugas Sita Belasan Ponsel Milik Migran Rohingya di BLK Lhokseumawe

Razia itu diduga kuat selama ini ada ponsel digunakan untuk berkomunikasi dengan pihak tertentu seperti agen terkait maraknya kasus penyelundupan

Tayang:
Penulis: Zaki Mubarak | Editor: Muhammad Hadi
FOR SERAMBINEWS.COM
Tim Gabungan Imigrasi Kelas II Lhokseumawe, TNI dan Polri yang dipimpin langsung oleh Kepala Imigrasi Klas II Lhokseumawe, Jumat (18/9/2020) sekitar pukul 11.00 WIB merazia dan menyita beleasan hp alat komunikasi milik migran Rohingya yang ditampung di BLK Lhokseumawe 

Laporan Zaki Mubarak | Lhokseumawe

SERAMBINEWS.COM,LHOKSEUMAWE – Tim Gabungan Imigrasi Kelas II Lhokseumawe, TNI dan Polri yang dipimpin langsung oleh Kepala Imigrasi Klas II Lhokseumawe, Jumat (18/9/2020) sekitar pukul 11.00 WIB merazia dan menyita belasan Ponsel milik migran Rohingya.

Razia itu diduga kuat selama ini ada ponsel digunakan untuk berkomunikasi dengan pihak tertentu seperti agen terkait maraknya kasus penyelundupan pengungsi etnis Rohingya.

Menurut Informasi yang dihimpun oleh Serambinews.com, Jumat (18/9/2020) petugas gabungan merazia alat komunikasi milik migran gelap tersebut berhasil mengamankan puluhan alat komunikasi (Ponsel) berbagai merk.

Kemudian semua Ponsel sitaan itu diamankan ke Kantor Imigrasi Klas II A Lhokseumawe untuk selanjutnya dilakukan penyelidikan.

Anjing Menangis Setelah Dipaksa Makan Hidangan Bercabai Pedas, Mengalir Air Matanya

Ini Kronologi Lengkap Pekerja Refleksi Lakukan Pelecehan Seksual Terhadap Pelanggannya

Lalu pada pukul 10.20 WIB, setelah kegiatan razia alat komunikasi selesai, petugas gabungan mengamankan salah satu migran Rohignya yang terdampar di Ujong Blang beberapa waktu lalu.

Yaitu Mahmud Mizan (23) ia digiring ke Kantor Imigrasi Klas II Lhokseumawe untuk dilakukan penyelidikan.

Sementara itu, Kepala Imigrasi Klas II Lhokseumawe, Fauzi SH ketika dihubungi Serambinews.com, Jumat (18/9/2020) sore menjawab dan membenarkan razia ponsel migran Rohigya di BLK Lhokseumawe.

Menurutnya, razia tersebut merupakan langkah awal untuk menyelidiki apakah dari sekian warga Rohingya ada yang ikut terlibat dalam jaringan perdagangan manusia.

“Benar ada petugas gabungan TNI-Polri kita minta bantu merazia ponsel milik mereka dan kita giring satu migran Rohingya, ke kantor Imigrasi, untuk melakukan interogasi,” jawab Fauzi melalui saluran seluler kepada Serambinews.com.

Suami Peluk Istri di Jalan Akibat Meninggal Dilindas Truk, Kini Sendirian Rawat Bayi 7 Bulan

Wanita Cantik Berpakaian Seksi Ini Dihukum Karena tak Pakai Masker, Sanksinya Tuai Pro Kontra

Dimana pihak Imigrasi Lhokseumawe mecurigai kemungkinan ada indikasi orang untuk dibawa lari ke Malaysia.

“Ada sekitar 20 HP yang kita sita sementara nanti setelah ada keterangan dari miran yang kita interogasi maka akan kita serahkan ke pihak Satgas Penanganan Pengungsi Rohingya,” pungkasya. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved