Berita Luar Negeri
Kim Jong Un Kembalikan Ribuan Masker yang Dipasok China, Terungkap Alasan Penolakan Korea Utara
Meskipun masker sedang dibutuhkan, Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un telah mengirimkan kembali pengiriman besar-besaran masker bedah ke China.
Penulis: Agus Ramadhan | Editor: Muhammad Hadi
SERAMBINEWS.COM – Meskipun masker sedang dibutuhkan, Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un telah mengirimkan kembali pengiriman besar-besaran masker bedah ke China.
Otoritas Korea Utara mengatakan kalau masker tersebut diduga diproduksi di Korea Selatan, kata seorang sumber di Kota Dandong, China yang berbatasan dengan Korea Utara.
Melansir dari RFA, Sabtu (19/9/202o), penolakan masker KF94 muncul di tengah tindakan keras terhadap produk Korea Selatan di tengah memburuknya hubungan antara Seoul dan Pyongyang.
Sumber itu mengatakan penolakan itu sangat membingungkan.
Mengingat barang-barang selundupan Selatan dijual secara terbuka di pasar Korea Utara, dan masker sangat diincar di tengah pandemi virus Corona.
Produk dari Korea Selatan ilegal di Korea Utara, dan Pyongyang telah menegaskan larangan atas produk China yang dibuat bekerja sama dengan perusahaan non-China.
Khususnya untuk mencegah Korea Selatan mengambil untung dari bursa.
Seorang pedagang di Dandong, mengatakan bahwa pengiriman masker KF94 hanya berlangsung selama sebulan di Korea Utara sebelum ditolak dan dikembalikan.
• Amerika Serikat Sebar Rudal di Asia-Pasifik, Rusia Peringatkan Perlombaan Senjata
• Cegah Covid-19, Korea Utara Perintahkan Militer Tembak Mati Siapa Pun yang Berada di Perbatasan
• Kisah Kelam Gadis Pembelot Korea Utara saat Kecil, Pernah Diculik dan Diperkosa Bareng Ibunya
“Pemasok China menerima pesanan dari otoritas Korea Utara untuk mengirim masker berkualitas tinggi meskipun harganya sedikit mahal,
jadi pemasok mengirim 15.000 masker KF94, yang dianggap berkualitas tinggi bahkan di Korea Selatan,” kata sumbernya, yang tidak mau disebutkan namanya karena alasan keamanan.
“Anehnya, masker itu dikembalikan. Alasan otoritas Korea Utara menolak pesanan adalah karena ada kecurigaan bahwa masker tersebut bukan dari China, "kata sumber itu.
Dalam beberapa tahun terakhir, perdagangan barang selundupan menjadi semakin umum di bawah di Korea Utara.
Namun, penjual tetap berhati-hati untuk menyembunyikan asal produk Korea Selatan, agar dianggap sebagai produk China.
"Tidak ada label atau merek dagang pada masker yang dapat mengidentifikasi itu asal Koresel, tetapi pihak berwenang Korea Utara menilai masker itu berasal dari Korea Selatan karena perbedaan kualitas yang jelas dari masker China," kata sumber itu.
• Suami Peluk Istri di Jalan Akibat Meninggal Dilindas Truk, Kini Sendirian Rawat Bayi 7 Bulan
• Lari dari Kejamnya Kim Jong Un, Wanita-wanita Korea Utara Malah Dijadikan Budak Nafsu di China
“Alasan mengapa pemasok China mengirim masker Korea Selatan daripada masker China adalah karena permintaan untuk 'mengirim yang berkualitas baik, meskipun harganya mahal,'” kata sumber itu.
Pedagang besar Dandong lainnya mengatakan bahwa, pesanan yang dibatalkan membuat pedagang China semakin geleng-geleng kepala.
“Pedagang China bereaksi seolah-olah mereka tidak tahu apa yang harus dilakukan, karena otoritas Korea Utara mencoba menegosiasikan harga yang lebih rendah karena produk China dianggap berkualitas lebih rendah.
Tapi kalau kualitasnya terlalu bagus, mereka mulai curiga dari Korea Selatan, ”kata sumber kedua yang enggan disebutkan namanya itu.
"Larangan otoritas Korea Utara atas impor produk China yang diproduksi bersama dengan perusahaan asing, bahkan jika seluruhnya dibuat di China, ditujukan untuk memblokir impor barang Korea Selatan," kata sumber kedua.
Sumber kedua mengatakan bahwa dulu para pedagang menyembunyikan asal-usul produk Korea Selatan, tetapi tindakan untuk meyebut asal-usul tersebut kini membuat mereka terungkap.
• Papua Nugini Diambang Kehancuran, Menteri: Kepolisian Kami Benar-benar Kacau dan Penuh Korupsi
• Korea Selatan Ketakutan, Tidak Siap dengan Perubahan Cepat di Tubuh Korea Utara, Taktik Politik?
“Dulu, produk Korea Selatan bisa dikirim ke Korea Utara jika label atau materi tertulis di kemasannya dilepas.
Tapi sekarang sulit untuk membawa barang-barang seperti itu, karena tidak adanya label merupakan petunjuk yang pasti bahwa produk tersebut adalah produk Korea Selatan, ”kata sumber kedua.
“Sampai saat ini, produk Korea Selatan yang dmasukkan oleh penyelundup telah dijual secara luas di pasar lokal, dan penduduk Korea Utara telah menggunakannya tanpa masalah,” kata sumber kedua.
“Meskipun hubungan antara Korea Utara dan Korea Selatan memburuk selama setahun terakhir, sulit untuk memahami mengapa Korea Utara ingin memblokir produk Korea Selatan dengan semua yang terjadi saat ini,” katanya.
Korea Utara masih belum melaporkan satu pun kasus virus Corona yang dikonfirmasi.
Meskipun negara itu secara lahiriah menyatakan bebas virus, pemerintah telah mengumumkan dalam kuliah umum kepada warga bahwa virus itu pada bulan April menyebar di tiga wilayah negara itu, termasuk ibu kota Pyongyang. (Serambinews.com/Agus Ramadhan)
• Pernah Kontak dengan Pasien Covid-19, Enam Petugas di Dinkes Aceh Utara Bebas Tugas Selama 14 Hari
• Bocah SMP Duel dengan Buaya, Pukul Kepala demi Lepaskan Terkaman hingga Panjat Pohon Bakau
• Berawal dari Kebocoran Gas di Pabrik Vaksin Hewan, Wabah Bakteri Menginfeksi 3000 Orang di China