Berita Luar Negeri
Amerika Serikat Sebar Rudal di Asia-Pasifik, Rusia Peringatkan Perlombaan Senjata
Amerika Serikat Sebar Rudal di Asia-Pasifik, Rusia Peringatkan Perlombaan Senjata. Kondisi ini bakal menciptakan krisis baru di kawasan
SERAMBINEWS.COM - Kemungkinan penyebaran rudal jarak menengah berbasis darat oleh Amerika Serikat (AS) di Asia akan memengaruhi kepentingan keamanan nasional Rusia dan membahayakan potensi pencegahan nuklirnya.
Duta Besar Rusia untuk AS Anatoly Antonov mengatakan dampak dari penyebaran rudak jarak menengah itu cukup besar.
"Kemungkinan penyebaran rudal berbasis darat jarak menengah AS di Asia tidak hanya akan mengganggu keseimbangan militer-politik di kawasan dan stabilitas strategis global,
tetapi juga akan secara langsung mempengaruhi kepentingan keamanan nasional Rusia," kata Antonov dalam wawancara dengan Nikkei Asian Review, seperti dikutip kantor berita TASS.
Faktanya adalah, Asia terletak dekat perbatasan Rusia.
• Berawal dari Kebocoran Gas di Pabrik Vaksin Hewan, Wabah Bakteri Menginfeksi 3000 Orang di China
Lalu, fasilitas Angkatan Laut dan pangkalan Armada Pasifik AS, rumah bagi pasukan strategis kapal selam, ada di Asia.
"Pengerahan sistem baru AS di sana akan membahayakan pencegah nuklir kami," ungkap Antonov.
"Para mitra Amerika Serikat, mungkin, harus dengan hati-hati mempertimbangkan semua konsekuensi destabilisasi dari langkah yang sarat dengan peningkatan ketegangan lebih lanjut dan perlombaan senjata," ujarnya.
Ditolak mentah-mentah oleh AS
Hanya, Antonov menegaskan, Rusia tidak tertarik untuk meningkatkan ketegangan, baik di kawasan Asia-Pasifik atau di mana pun di dunia, atawa pada awal perlombaan senjata yang merusak secara ekonomi.
• Seorang Pejabat Aceh Utara Meninggal Setelah Reaktif Covid-19
"Saya berharap, Amerika Serikat dan sekutu regionalnya berbagi pendekatan ini. Kami siap untuk melakukannya. bekerjasama, keinginan kami tetap dibahas," kata dia.
Menurut Antonov, penarikan AS dari Traktat Kekuatan Nuklir Jangka Menengah (INF) Rusia-AS pada Agustus 2019 menyebabkan "runtuhnya perjanjian yang penting bagi stabilitas dan keamanan global ini".
Akibatnya, dia menambahkan, langkah AS yang salah tersebut mempersulit upaya untuk mencegah peningkatan perlombaan senjata rudal.
"Saya ingin menekankan, Rusia telah mengambil langkah konkret untuk mencegah situasi tergelincir ke dalam krisis," tegas Antonov.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/rudal-canggih-rusia-s-400.jpg)