Kamis, 11 Juni 2026

Luar Negeri

Amplop Beracun Risin untuk Donald Trump Diduga Dikirim dari Kanada, FBI Selidiki Pelakunya

Sebuah amplop yang mengandung racun risin atau ricin dari orang tak dikenal dikirimkan ke Gedung Putih, Amerika Serikat.

Tayang:
Editor: Faisal Zamzami
tmz.com
Kim Jong Un dan Donald Trump 

SERAMBINEWS.COM - Sebuah amplop yang mengandung racun risin atau ricin dari orang tak dikenal dikirimkan ke Gedung Putih, Amerika Serikat.

Dilansir AP, seorang pejabat penegak hukum AS mengungkapkan amplop tersebut dialamatkan untuk Presiden AS Donald Trump.

Amplop itu diduga berasal dari Kanada, menurut pernyataan dari Royal Canadian Mounted Police, yang menyatakan tengah membantu FBI melakukan penyelidikan.

Keberadaan amplop beracun tersebut diketahui saat berada di fasilitas penyaringan surat yang ada di Gedung Putih.

Seorang pejabat AS mengatakan dari investigasi awal, amplop tersebut menunjukkan positif risin.

Akan tetapi pejabat tersebut enggan mendetailkan lebih jauh terkait perkembangan penyelidikan.

Untuk diketahui, risin merupakan racun yang ditemukan secara alami dalam biji jarak.

Dalam sebuah pernyataan, FBI menyatakan timnya tengah menyelidiki surat mencurigakan itu.

Namun, FBI menyebut tidak ada ancaman yang ditemukan terkait keselamatan publik.

Penyelidik federal masih terus bekerja untuk mengetahui dari mana amplop itu dikirim dan mengetahui siapa pengirimnya.

Amplop Beracun yang Ditujukan Disita Keamanan Gedung Putih

Petugas keamanan Amerika Serikat (AS) berhasil menggagalkan upaya yang mengancam kehidupan Presiden AS Donald Trump dengan menyita sebuah amplop yang mengandung racun ricin.

Dilansir dari The New Daily, Minggu (20/9/2020), amplop tersebut dialamatkan ke Gedung Putih.

Amplop tersebut diyakini berasal dari Kanada dan ditemukan di fasilitas pemerintah yang menyaring semua surat yang dialamatkan ke Gedung Putih.

Investigasi awal menunjukkan amplop tersebut terbukti mengandung racun ricin, racun yang diekstrak dari biji jarak.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved