Luar Negeri
Penyelundup Senjata ke Houthi Ditangkap, Mengaku Menerima Perintah dari Iran
Satu jaringan Houthi penyelundup senjata Iran ke Yaman ditangkap pada Sabtu (19/9/2020).
SERAMBINEWS.COM, LONDON - Satu jaringan Houthi penyelundup senjata Iran ke Yaman ditangkap pada
Sabtu (19/9/2020).
Menteri Informasi Yaman yang diakui internasioinal Muammar Al-Eryani mengatakan tersangka mengaku menerima perintah dari Iran.
Pengakuan itu menjadi bukti keterlibatan Iran di Yaman, menurut Al-Eryani.
"Pengakuan tersebut mengkonfirmasi eksploitasi Houthi atas Perjanjian Stockholm," katanya.
Mengacu pada kesepakatan yang ditandatangani Desember 2018 antara faksi-faksi yang berlawanan dalam konflik.
• Koalisi Pimpinan Arab Saudi Bahas Kemajuan Operasi Penumpasan Militan Houthi di Yaman
• 335 Korban Ranjau Yaman Dirawat di Pusat Prostetik Bantuan Raja Salman di Aden
• Arab Saudi Kembali Hancurkan Drone Houthi dari Yaman
Menetapkan serangkaian upaya sebagai pendahulu perdamaian abadi di negara itu.
Dia menambahkan bahwa Iran mempersenjatai Houthi yang merupakan pelanggaran hukum internasional.
Dia mengatakan jaringan tersebut menggunakan pelabuhan Hodeidah, Salif, dan Ras Issa.
Untuk menyelundupkan senjata Iran serta menargetkan warga sipil di Arab Saudi dan menavigasi Laut Merah.
“Harus ada gerakan untuk menekan Teheran agar menghentikan pengiriman senjata ke teroris,: katanya.
Dia juga menyerukan perpanjangan embargo senjata yang didukung AS, tetapi ditentang PBB dan Uni Eropa.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/separatis-dewan-transisi-selatan-stc-yaman-selatan.jpg)