Minggu, 3 Mei 2026

Luar Negeri

Penyelundup Senjata ke Houthi Ditangkap, Mengaku Menerima Perintah dari Iran

Satu jaringan Houthi penyelundup senjata Iran ke Yaman ditangkap pada Sabtu (19/9/2020).

Tayang:
Editor: M Nur Pakar
AFP/Saleh Al-OBEIDI
Separatis Dewan Transisi Selatan (STC) mengambil posisi menyerang pasukan pemerintahan dukungan Arab Saudi di Sheikh Salim, Provinsi Abyan, Yaman Selatan, Selasa (12/5/2020). 

SERAMBINEWS.COM, LONDON - Satu jaringan Houthi penyelundup senjata Iran ke Yaman ditangkap pada
Sabtu (19/9/2020).

Menteri Informasi Yaman yang diakui internasioinal Muammar Al-Eryani mengatakan tersangka mengaku menerima perintah dari Iran.

Pengakuan itu menjadi bukti keterlibatan Iran di Yaman, menurut Al-Eryani.

"Pengakuan tersebut mengkonfirmasi eksploitasi Houthi atas Perjanjian Stockholm," katanya.

Mengacu pada kesepakatan yang ditandatangani Desember 2018 antara faksi-faksi yang berlawanan dalam konflik.

Koalisi Pimpinan Arab Saudi Bahas Kemajuan Operasi Penumpasan Militan Houthi di Yaman

335 Korban Ranjau Yaman Dirawat di Pusat Prostetik Bantuan Raja Salman di Aden

Arab Saudi Kembali Hancurkan Drone Houthi dari Yaman

Menetapkan serangkaian upaya sebagai pendahulu perdamaian abadi di negara itu.

Dia menambahkan bahwa Iran mempersenjatai Houthi yang merupakan pelanggaran hukum internasional.

Dia mengatakan jaringan tersebut menggunakan pelabuhan Hodeidah, Salif, dan Ras Issa.

Untuk menyelundupkan senjata Iran serta menargetkan warga sipil di Arab Saudi dan menavigasi Laut Merah.

“Harus ada gerakan untuk menekan Teheran agar menghentikan pengiriman senjata ke teroris,: katanya.

Dia juga menyerukan perpanjangan embargo senjata yang didukung AS, tetapi ditentang PBB dan Uni Eropa.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved