Luar Negeri

WHO Ingatkan Lonjakan Kasus Covid-19, Seminggu Ini Tewaskan 50.000 Orang akibat Virus Corona

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperingatkan, kasus virus corona bisa melonjak saat musim dingin dan ini tak akan hilang dengan mudah.

Editor: Faisal Zamzami
ANTARA FOTO/MUHAMMAD ADIMAJA
Petugas memakamkan jenazah COVID-19, di TPU Pondok Ranggon, Jakarta, Selasa (8/9/2020). Petugas administrasi TPU Pondok Ranggon mengatakan saat ini jumlah makam yang tersedia untuk jenazah dengan protokol COVID-19 tersisa 1.069 lubang makam, dan diperkirakan akan habis pada bulan Oktober apabila kasus kematian akibat COVID-19 terus meningkat.(ANTARA FOTO/MUHAMMAD ADIMAJA) 

SERAMBINEWS.COM - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperingatkan, kasus virus corona bisa melonjak saat musim dingin dan ini tak akan hilang dengan mudah.

Pernyataan ini diungkap setelah ada sekitar 50.000 orang tewas karena Covid-19 dalam seminggu.

"Ini bukan situasi yang kami inginkan," ujar Direktur Eksekutif Program Kedaruratan Kesehatan WHO Mike Ryan dalam konferensi pers di kantor pusat WHO di Jenewa, Swiss seperti dilansir CNBC, Jumat (18/9/2020).

Para pejabat WHO melihat tren peningkatan kasus Covid-19 yang mengkhawatirkan.

Banyak negara, termasuk kawasan di belahan bumi utara dan banyak negara berkembang pun tengah mempersiapkan ICU dan rawat inap yang lebih banyak untuk menghadapi pelonjakan kasus itu.

"Ini bukan situasi yang diinginkan, di mana belahan bumi utara sedang memasuki musim dingin.

Situasi ini juga tidak diinginkan negara berkembang dengan layanan kesehatan di bawah tekanan selama sembilan bulan terakhir," imbuh Ryan.

Ryan menyebut, virus corona SARS-CoV-2 masih akan bertahan lama di bumi.

"Itu (Covid-19) tidak akan hilang, terutama bagi negara-negara yang mulai memasuki musim dingin dan banyak orang lebih sering berkumpul dalam ruangan yang sama," kata Ryan.

LANGKA, Pria Bule Ini Nikahi 5 Wanita Sekaligus: Miliki 25 Anak dan Tinggal dalam Satu Rumah

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump Dapat Kiriman Amplop Beracun, Begini Nasibnya Sekarang

Dia menyampaikan, ada banyak hal yang harus dilakukan untuk menghindari lonjakan kasus, menurunkan penularan Covid-19, melindungi pembukaan sekolah, dan melindungi kelompok paling rentan di masyarakat dari penyakit parah dan kematian.

Pejabat kesehatan Eropa telah memperingatkan sejak beberapa minggu lalu tentang peningkatan jumlah kasus Covid-19.

Lebih dari separuh negara Eropa telah melaporkan peningkatan kasus hingga 10 persen atau lebih dalam dua minggu terakhir.

"Dan beberapa (negara Eropa) telah melaporkan peningkatan kasus hingga dua kali lipat," ujar direktur regional WHO untuk Eropa, Dr. Hans Kluge dalam jumpa pers hari Kamis (17/9/2020).

Di AS, pejabat kesehatan setempat melaporkan rata-rata kasus harian baru Covid-19 mencapai 39.000.

Kasus Covid-19 tumbuh lebih dari 5 persen berdasarkan rata-rata mingguan AS, setidaknta di 34 negara bagian termasuk Washington DC.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved