Presiden Amerika Serikat, Donald Trump Dapat Kiriman Amplop Beracun, Begini Nasibnya Sekarang

Presiden Amerika Serikat Donald Trump mendapat kiriman amplop yang telah diberi racun. Amplop beracun itu diyakini berasal dari Kanada.

Editor: Amirullah
AFP/ANDREW CABALLERO-REYNOLDS
Presiden AS Donald Trump mengumumkan sebuah kesepakatan damai antara Israel dan Bahrain di Gedung Putih, Jumat (11/9/2020). 

SERAMBINEWS.COM - Presiden Amerika Serikat Donald Trump mendapat kiriman amplop yang telah diberi racun.

Amplop itu dialamatkan ke Gedung Putih, seperti diberitakan Kompas.com dari The New Daily, Minggu (20/9/2020).

Amplop beracun itu diyakini berasal dari Kanada.

Beruntung Donald Trump belum menerima amplop tersebut, sehingga nyawanya sama sekali tak terancam.

Barang itu ditemukan dalam fasilitas pemerintah yang menyaring semua surat yang dialamatkan ke Gedung Putih.

Berdasarkan hasil investigasi, amplop terbukti mengandung racun ricin yang diekstrak dari biji jarak.

()

Presiden AS Donald Trump mengumumkan daftar calon Mahkamah Agung di Ruang Resepsi Diplomatik Gedung Putih pada 9 September 2020 di Washington, DC. Trump juga menjawab pertanyaan tentang virus corona dan buku baru Bob Woodward tentang dirinya. (Doug Mills-Pool/Getty Images/AFP)

Pejabat pemerintah AS mengatakan racun ricin telah digunakan dalam berbagai upaya pembunuhan dan insiden terorisme.

Penyelidik federal segera melakukan penyelidikan untuk mencari tahu dari mana amplop itu berasal dan siapa yang mengirimkannya.

Biro Investigasi Federal ( FBI), Dinas Rahasia AS, dan Dinas Inspeksi Pos AS akan memimpin penyelidikan terhadap amplop tersebut.

Dalam sebuah pernyataan, FBI menyatakan bahwa para agen sedang bekerja untuk menyelidiki surat mencurigakan yang diterima di fasilitas penyaring surat milik pemerintah AS.

FBI menambahkan bahwa tidak ada ancaman yang diketahui terhadap keselamatan publik.

Ada banyak insiden yang melibatkan amplop berisi racun ricin yang dialamatkan kepada pejabat AS.

Pada 2018, seorang pria dari Utah, William Clyde Allen III, didakwa karena membuat ancaman terkait racun ricin, termasuk mengirimkan ancaman kepada Trump dan Direktur FBI Christopher Wray.

Hingga sekarang, Allen masih mendekam di dalam selnya.

Halaman
123
Sumber: TribunnewsWiki
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved