Pembunuhan dan Mutilasi
Korban Mutilasi Dikebumikan di Sleman, Air Mata Orang Tuanya Terus Berlinang
Khususnya kedua orang tuanya tak hentinya mengucurkan air mata di depan pusara mendiang Rinaldi.
Rinaldi merupakan korban mutilasi di Apartemen Kalibata City, Jakarta Selatan, beberapa hari lalu.
Pelaku adalah sepasang kekasih, Djumadil Al Fajri (26) dan Laeli Atik Supriyatin (27).
Para pelaku melakukan aksi keji karena ingin menguasai harta korban.
Semasa hidup, keluarga maupun teman dekat mengenal Rinaldi sebagai sosok yang baik dan ramah.
Ia juga pintar, lulusan Sastra Jepang Fakultas Ilmu Budaya UGM.
Almarhum kemudian mendapat beasiswa S2 ke Jepang.
Baca: Terungkap saat Rekonstruksi: Fajri Mutilasi Rinaldi 2 Hari dan Tanya Pin Ponsel saat Korban Sekarat
Rinaldi bekerja di sebuah perusahaan kontraktor Jepang sebagai Manajer HRD.
Sebelum dipulangkan ke rumah duka, jenazah dites deoxyribonucleic acid (DNA) serta diautopsi di RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur.
Jenazah Rinaldi berangkat dari RS Polri Kramat Jati, Minggu sore, sekira pukul 17.00 WIB.
Iring-iringan melewati jalur utara, melintasi ruas tol Bawen, Kabupaten Semarang, menuju Kartasura, dan berlanjut ke Kabupaten Sleman, DIY.
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Air Mata Orang Tua Rinaldi Tak Berhenti Menetes Saat Jenazah Dikebumikan di TPU Nologaten Sleman,
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/pemakaman-korban-mendiang-rinaldi.jpg)