Kamis, 23 April 2026

Ombak Hantam Kios di Objek Wisata, Kepedihan Timarhumah di Tengah Kemalangan

Sembilan kios di kawasan objek wisata Pantai Kuala Ceurape, Kecamatan Jangka, Bireuen, dihantam ombak pada Minggu (20/9/2020) pagi

Editor: bakri
SERAMBI/YUSMANDIN IDRIS
Timarhumah, ibu rumah tangga tetap berjualan di objek wisata meski tempat usahanya sudah rusak dihantam ombak, Senin (21/9/2020). 

Sembilan kios di kawasan objek wisata Pantai Kuala Ceurape, Kecamatan Jangka, Bireuen, dihantam ombak pada Minggu (20/9/2020) pagi. Beberapa kios rusak dibiarkan begitu saja, dan air masih tergenang di kawasan itu. Beruntung, pengunjung tetap ramai pada Minggu sore.

Seorang ibu rumah tangga terlihat berjualan darurat di pinggir pagar kawasan pantai itu. Dia begitu cekatan menggoreng mie atau mengaduk kopi dengan air panas dari termos untuk pelanggan. “Nyo keuh lage nyo, hanale kios ka reuloh,” ungkap Timarhumah (56) sambil menunjukkan kiosnya yang rusak berjarak sekitar 20 meter ke arah laut.

Timarhumah merupakan seorang janda yang harus membiayai empat anaknya. Berjualan di pantai Kuala Ceurape sudah dilakukan sejak dua bulan lalu, namun kini tempat usahanya rusak. Karena kios sudah rusak, ia tetap harus berjualan di pinggir pagar tanah warga agar memperoleh sedikit biaya untuk keperluan rumah tangga, dan biaya pendidikan anaknya.

Menyusul kejadian itu, wanita paruh baya tersebut sangat berharap ada bantuan pemerintah untuk membangun kios, dan modal usaha berjualan di lokasi objek wisata. Selain menutupi kebutuhan dapur bagi keluarganya, dia bersama rekan-rekanya juga mengembangkan kawasan lokasi wisata tersebut.

Meski ditimpa kemalangan, Timarhumah dibantu dua anaknya tetap berjualan. “Tolong lihat kami dan tolong bantu kami, tempat usaha sudah rusak dihantam ombak,” ungkapnya dengan nada lirih.

Keuchik setempat, Anwar kepada Serambi mengatakan, sebagian pedagang mencari tempat darurat, ada beberapa pedagang belum berjualan karena kiosnya sudah rusak. “Semua hampir sama dengan Buk Timarhumah, kios rusak, berjualan tidak bisa, dan ada juga berjualan secara darurat,” ujarnya.(yus)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved