Arab Saudi Buka Lagi Ibadah Umrah, Kemenag Prioritaskan 34 Ribu Jemaah yang Gagal Berangkat
Pemerintah Arab Saudi akan mengizinkan ibadah umrah secara bertahap mulai 1 November 2020.
SERAMBINEWS.COM, JAKARTA - Pemerintah Arab Saudi akan mengizinkan ibadah umrah secara bertahap mulai 1 November 2020.
Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenag Nizar Ali mengatakan, pihaknya memprioritaskan calon jemaah umrah yang gagal berangkat akibat moratorium karena ada pandemi Covid-19.
"Pasti prioritas utama adalah 34 ribu jemaah yang tertunda berkat moratorium karena covid-19 ini akan menjadi prioritas pertama," kata Nizar ditemui usai rapat dengan Komisi VIII DPR, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (23/9/2020).
Nizar memastikan, saat ini Kemenag menutup sistem pendaftaraan umrah.
Nantinya, pendaftaran umrah akan kembali dibuka usai memberangkatkan 34.000 calon jemaah yang belum sempat menunaikan ibadah umrah.
"Makanya kita menutup sistem kita tidak boleh ada pendaftaran umroh sebelum ada kejelasan.
Nanti kita buka lagi sambil memberangkatkan jemaah yang tertunda tadi. 34 ribu jemaah," ucapnya.
Sebelumnya dalam rapat kerja dengan Komisi VIII DPR, Nizar mengatakan, Kementerian Dalam Negeri Arab Saudi menyebut kegiatan umrah akan dibuka secara bertahap.
Pertama, kata Nizar, pemerintah Arab Saudi mengiizinkan warganya dan ekspatriat yang tinggal di sana untuk menunaikan umrah mulai 4 Oktober 2020 secara terbatas.
"Jadi 30 persen saja dari kapasitas Masjidil Haram," papar Nizar saat rapat dengan Komisi VIII DPR, Jakarta, Rabu (23/9/2020).
Kedua, pada 18 Oktober 2020, ibadah umrah dan salat di Masjidil Haram diperbolehkan untuk warga yang sudah ada di sana, dengan kapasitas 75 persen atau 15 ribu jemaah umrah per hari.
Sedangkan tahap ketiga, kata Nizar, pemerintah Arab Saudi mengizinkan warga negara lain di luar Arab Saudi melaksanakan umrah pada 1 November 2020.
"Tapi ada dua catatan. Satu, sambil menunggu pandemi Covid-19 dan kedua, Kementerian Kesehatan Arab Saudi akan merilis negara yang dibolehkan," papar Nizar.
"Jadi tidak semua negara boleh, sesuai dengan rekomendasi Kementerian Kesehatan Saudi," sambung Nizar.
Nizar menyebut, pemerintah Indonesia tentu akan melakukan komunikasi ke Arab Saudi, agar masuk ke dalam daftar negara yang diizinkan melaksanakan kegiatan umrah.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/berhaji-ke-mekah.jpg)