Rabu, 15 April 2026

Ingin Gulingkan PM Muhyiddin Yassin, Anwar Ibrahim Bakal Jadi Perdana Menteri Baru Malaysia?

Drama politik Malaysia memasuki babak terbaru setelah muncul rumor Rabu pagi ini (23/9/2020)

Editor: Faisal Zamzami
Reuters
Perdana Menteri Malaysia Muhyiddin Yassin dan Pemimpin Oposisi Malaysia Anwar Ibrahim 

Anwar Ibrahim Tak Menggantikannya, Ini Jawaban Mahathir

 Mantan Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad menjawab tudingan dia sangat senang karena Anwar Ibrahim tak menggantikannya.

Tudingan itu disampaikan Muhammad Zahid Md Arip, mantan sekutunya yang kini beralih ke pemerintahan koalisi Perikatan Nasional.

Dalam pernyataannya di Dewan Negara (Parlemen Malaysia), Zahid mengklaim Mahathir sangat senang dengan " Langkah Sheraton".

Pernyataan itu merujuk kepada pertemuan rahasia sejumlah politisi Pakatan Harapan dengan oposisi di Hotel Sheraton pada Februari. Pertemuan itu berimbas kepada krisis politik "Negeri Jiran", karena Mahathir Mohamad kemudian mengundurkan diri dan pemerintahan Pakatan pun kolaps.

Sebagai gantinya, Muhyiddin Yassin yang merupakan Presiden Partai Bersatu, partai Mahathir, naik menjadi PM Malaysia bersama Perikatan Nasional.

"Beliau tentu adalah orang yang paling senang atas gerakan itu, namun tak mampu menyuarakannya terang-terangan," kata Zahid dalam sidang parlemen.

Dia menuturkan, dua agendanya yang berakibat pada kejatuhan koalisi pemerintah saat itu, Pakatan Harapan, mulus lewat Langkah Sheraton.

"Dia tak ingin Anwar (Ibrahim) menggantikan dirinya. Dia juga ingin menyingkirkan DAP (Partai Aksi Demokratik). Keduanya sukses," kata dia.

Dalam wawancara dengan Malaysiakini dikutip Malay Mail Kamis (10/9/2020), politis berjuluk Dr M itu memberikan jawaban keras.

"Zahid ini adalah pembohong besar. Tukang bohong paling ulung dalam sejarah Malaysia," jelas mantan PM berusia 95 tahun itu.

Dia menegaskan si mantan sekutu adalah sosok yang awalnya mendukung Anwar Ibrahim, sebelum kemudian berbalik menentangnya.

Zahid kemudian diklaim mengalihkan dukungan kepada Dr M.

Tetapi, dia tiba-tiba berubah haluan demi mendapatkan keuntungan pribadinya.

Mantan PM yang dijuluki Bapak Pembangunan "Negeri Jiran" tersebut menyatakan, Zahid memfitnahnya karena dia dulu menolak membantunya, tanpa menyertakan masalah apa yang dihadapi.

Sumber: Kompas.com
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved