Sabtu, 9 Mei 2026

Luar Negeri

Arab Saudi Cabut Pembatasan Perjalanan Berobat ke Luar Negeri

Kerajaan Arab Saudi mencabut perjalanan warganya yang berobat ke luar negeri, termasuk para ekspatriat atau pekerja asing.

Tayang:
Editor: M Nur Pakar
Foto: Saudi Press Agency
Warga Arab Saudi dari Los Angeles, AS diperiksa oleh petugas bandara Riyadh, Jumat (17/4/2020) malam. 

SERAMBINEWS.COM, JEDDAH - Kerajaan Arab Saudi mencabut perjalanan warganya yang berobat ke luar negeri, termasuk para ekspatriat atau pekerja asing.

Protokol untuk berobat ke luar negeri telah disetujui oleh Kementerian Kesehatan yang diumumkan pada Jumat (25/9/2020).

Pasien yang ingin bepergian ke luar negeri untuk perawatan dengan biaya sendiri perlu memenuhi persyaratan tertentu yang ditetapkan oleh kementerian.

Pertama, mendapatkan persetujuan perawatan dari rumah sakit atau pusat spesialis secara medis.

Kedua, pasien harus menjadi salah satu yang membutuhkan perawatan di luar negeri dan tidak dapat ditangani di Arab Saudi, menurut laporan medis baru-baru ini yang disetujui oleh Kementerian Kesehatan.

Kasus Virus Corona Arab Saudi, 472 Kasus Baru dan 26 Kematian

Kasus tersebut juga harus memenuhi kondisi medis yang disetujui oleh Komisi Medis Tertinggi Saudi untuk menerima perawatan di luar negeri, lansir ArabNews, Sabtu (26/9/2020).

Pasien yang dirujuk ke rumah sakit di luar Kerajaan dengan biaya negara harus mendapatkan perintah kerajaan atau resolusi yang dikeluarkan oleh Komisi Medis Tertinggi, dan dapat didampingi oleh maksimal dua orang.

Namun, komisi dapat memutuskan jumlah pendamping berdasarkan setiap kasus.

Kementerian Kesehatan mengatakan akan mempelajari aplikasi dan secara elektronik meneruskan aplikasi yang diterima ke Direktorat Jenderal Paspor di Kementerian Dalam Negeri untuk mendapatkan izin yang diperlukan.

Semua aplikasi dapat diselesaikan secara digital melalui platform pemerintah "Absher".

Tahap Pertama Umrah Berlangsung Tiga Jam Pada 4 Oktober 2020, Khusus Warga Arab Saudi dan Ekspatriat

Sementara itu, Arab Saudi mengumumkan pada Jumat 26 kematian baru terkait COVID-19; sehingga totalnya menadi 4.625 orang.

Ada 472 kasus baru yang dilaporkan di Kerajaan, yang berarti 332.329 orang sekarang telah tertular penyakit tersebut.
Ada 12.068 kasus aktif, dan 1.043 di antaranya dalam kondisi kritis.

Menurut Kementerian Kesehatan, Makkah mencatat jumlah kasus tertinggi di Kerajaan dengan 86, sedangkan Madinah melaporkan 46 dan Dammam 32.

“Wanita mewakili 41 persen dari kasus yang baru dilaporkan, sementara orang tua mencapai 4 persen, anak-anak 12 persen. dan orang dewasa 84 persen, ”kata Kementerian Kesehatan.

Selain itu, 843 lebih pasien telah pulih dari Covid-19, menjadikan jumlah total pemulihan di Kerajaan menjadi 315.636 orang.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved