Minggu, 10 Mei 2026

Demo Tolak Lockdown di Inggris Berujung Ricuh  

AKSI demonstrasi menentang lockdown di Inggris berujung ricuh setelah diwarnai bentrokan dengan polisi penjaga aksi

Tayang:
Editor: hasyim
AFP/JUSTIN TALLIS
Polisi terlibat bentrokan dengan para pengunjuk rasa yang menggelar aksi menentang aturan pembatasan yang dikeluarkan pemerintah PM Inggris terkait penyebaran Covid-19, di Trafalgar Square di London, Inggris, Sabtu (26/9/2020). Aksi yang diikuti ribuan warga tersebut di antaranya menolak kebijakan lockdown, vaksinasi, dan kewajiban penggunaan masker. AFP/JUSTIN TALLIS 

AKSI demonstrasi menentang lockdown di Inggris berujung ricuh setelah diwarnai bentrokan dengan polisi penjaga aksi. Bentrokan pecah ketika petugas berusaha membubarkan ribuan pengunjuk rasa yang berkumpul di Trafalgar Square, London, Sabtu (26/9/2020) waktu setempat.

Polisi menilai demonstrasi itu tidak berpegang pada langkah pengendalian infeksi virus corona atau penyakit Covid-19. Foto-foto yang dilansir AFP memperlihatkan, selain menolak lockdown, beberapa orang di kerumunan tampak membawa tanda-tanda yang menentang vaksinasi untuk Covid-19.

Polisi London mengungkapkan menangkap 10 orang ketika mereka membubarkan aksi demonstrasi. Selain itu, empat dilaporkan terluka.

"Sayangnya, empat petugas kami terluka, dua membutuhkan perawatan di rumah sakit," tulis Met di Twitter.

Wali Kota London, Sadiq Khan mengaku geram atas terjadinya bentrokan di ibu kota Inggris. "Perilaku kasar beberapa demonstran telah melukai aparat kepolisian dan mengancam keselamatan kota kita, yang sedang berada di momen kritis dalam perang melawan virus ini," ucap Khan.

 "Kita tidak dapat membiarkan pengorbanan warga London dirusak sekelompok kecil demonstran," sambungnya.

Inggris diketahui merupakan negara dengan jumlah kasus kematian tertinggi di Eropa akibat virus corona, dengan lebih dari 42.000 kematian. Dalam upaya untuk memperlambat penyebaran, pemerintah PM Boris Johnson pada pekan ini memberlakukan larangan pertemuan lebih dari enam orang dan memerintahkan pub dan restoran tutup pada pukul 22.00.(kompas.com)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved