Lifestyle

Tips Bisnis Online Menonjol, Di Tengah Persaingan Ketat dan Permintaan Meningkat Saat Masa Pandemi

Apalagi di tengah masa pandemi Corona saat ini yang setiap orang dilarang ke luar rumah, jika tak ada keperluan mendesak.

Editor: Mursal Ismail
FOTO/KOMPAS
Dian Sastrowardoyo diabadikan usai peluncuran buku 5W1H Jurus-jurus Memulai Bisnis Online di The Hook, Jakarta Selatan, Selasa (8/12/2015). 

Apalagi di tengah masa pandemi Corona saat ini yang setiap orang dilarang ke luar rumah, jika tak ada keperluan mendesak.

SERAMBINEWS.COM - Di zaman sekarang ini, sebagian besar pelaku usaha memanfaatkan internet untuk memasarkan produk mereka.

Apalagi di tengah masa pandemi Corona saat ini yang setiap orang dilarang ke luar rumah, jika tak ada keperluan mendesak. 

Data dari Badan Pusat Statistik Indonesia menunjukkan peningkatan jumlah pelaku usaha yang memanfaatkan fasilitas internet.

Tercatat, sebelum masa pandemi, hanya 15,08 persen pelaku usaha yang memanfaatkan internet untuk memasarkan produknya. Sementara 84,92 persen sisanya masih berdagang secara offline.

Namun sejak Maret lalu, ketika pandemi mulai meluas, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian mencatat ada lebih dari 301.115 pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) yang beralih memasarkan produknya secara online.

Begini Duka Valentino Rossi Selama Menjadi Pembalap MotoGP di Usia 41 Tahun

Liga Italia Terancam Kembali Ditunda, Ini Penyebabnya

Liga Italia Terancam Kembali Ditunda, Ini Penyebabnya

Akibatnya, persaingan di dunia perdagangan berbasis internet alias jualan online semakin ketat.

Eko Danang Waskito, owner salah satu penyedia layanan web hosting Indonesia Rackrock mengatakan, salah satu cara untuk membuat bisnis para pelaku usaha ini menonjol di antara yang lain adalah memiliki website bagi produk mereka.

Pria yang lebih akrab disapa Danang ini memaparkan, dengan memiliki website, maka produk tersebut terlihat lebih kredibel jika dibanding dengan produk lainnya.

“Misalnya saja, calon konsumen A mendengar tentang nama produk si pelaku bisnis itu, entah dari temannya atau dari iklan di medsos.

Naluri manusia si A akan langsung mencoba mencari tahu tentang produk tersebut di Google atau mesin pencarian lainnya.

Kalau produk itu punya website dan informasinya lengkap, maka keyakinan A terhadap produk tersebut akan meningkat, dan berujung pada pembelian,” jelas Danang.

Selain itu, menurut Danang membuat website itu tidak sesulit yang selama ini dipikirkan oleh kebanyakan orang awam.

Saat ini sudah banyak platform untuk membuat website sendiri. Misalnya saja yang paling mudah digunakan adalah wordpress atau blogspot.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved