Sabtu, 16 Mei 2026

Berita Banda Aceh

Kakanwil Ditjen Perbendaharaan Aceh yang Baru Berkunjung ke Serambi Indonesia

Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Aceh mulai dijabat oleh Syafriadi SE MEc PhD sejak dua bulan lalu, menggantikan Zaiq Burhan.

Tayang:
Penulis: Muhammad Nasir | Editor: Taufik Hidayat
Serambinews.com
Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Aceh mulai dijabat oleh Syafriadi SE, M.Ec, P.Hd diapit oleh Perusahaan Serambi Indonesia, Mohd Din, dan News Manajer, Bukhari M Ali saat berkunjung ke ke Kantor Serambi Indonesia di Meunasah Manyang PA, Ingin Jaya, Aceh Besar. 

Muhammad Nasir | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH – Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Aceh mulai dijabat oleh Syafriadi SE, M.Ec, P.Hd sejak dua bulan lalu, menggantikan Zaiq Burhan.

Dalam rangka silaturahmi, hari ini, Kamis (1/10/2020) berkunjung ke Kantor Serambi Indonesia di Meunasah Manyang PA, Ingin Jaya, Aceh Besar.

Dalam kunjungan itu, Kanwil DJBP ikut didampingi oleh Kabag Umum, Zulfitri Nasran, Kasi di Bidang PPA 1, Sugih Harto, Kasi di Bidang PPA II, Nanang HSP, dan Staf DJPb, Faisal.

Mereka disambut oleh Pemimpin Perusahaan Serambi Indonesia, Mohd Din, News Manajer, Bukhari M Ali, Manajer Iklan, Hari teguh Patria, Manajer cetak, Firdaus, dan Manajer Promosi, M Jafar.

Dalam silaturahmi itu, Syafriadi yang baru bertugas dua bulan di Aceh memperkenalkan sekilas mengenai instansinya.

Di Kantor Serambi Indoneisa, Syafriadi juga sempat membahas tentang pencairan anggaran yang merupakan wewenang DJPb.

Katanya, meskipun sedang dilanda pandemi Covid-19, namun realisasi anggaran dana desa di Aceh berlangsung lancar.

Syafriadi mengatakan, pandemi Covid-19 memang tidak berdampak serius terhadap realisasi dana desa di Aceh, karena dari sekitar Rp 5 Triliun lebih jumlah pagu dana desa untuk Aceh, sebanyak Rp 4,9 triliun sudah direalisasikan ke masing-masing desa.

“Realisasi dana desa selama ini fine-fine saja. Namun selama ini berubah pemanfaatannya saja, karena banyak yang terkena pemutusan hubungan kerja, penggunaan disesuaikan dengan kebutuhan, jadi ada dana desa disupport dalam bentuk BLT desa,” ujarnya.

Katanya, jika sebelum Covid dana desa difokuskan pada infrastruktur dan pemberdayaan masyarakat.

Namun selama pandemi yang memberi banyak dampak, dana desa banyak yang dialihkan menjadi BLT. Meskipun begitu, katanya, pemberian BLT itu menyesuaikan dengan kebutuhan di desa setempat.(*)

Terkait Pengelolaan Migas di Aceh Utara, Ini Harapan Masyarakat Sekitar Wilayah Blok B

Ayah Gantung Anak Kandung Lalu Rekam Gara-gara Istri Ogah Pulang, Korban Nangis Kesakitan

Alun–alun Kota Tapaktuan Jadi Lokasi Wisata Kuliner, Ini Tanggapan Sejumlah Pejabat Aceh Selatan

VIDEO - Detik-detik Rudal Azerbaijan Hancurkan Unit-unit Artileri Armenia

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved