Jumat, 17 April 2026

Internasional

Arab Saudi Siapkan Miqat Jamaah Umrah di Masjidil Haram, Ini Penjelasannya

Kementerian Urusan Islam, Dakwah, dan Bimbingan Islam Arab Saudi telah menyelesaikan pengaturan untuk miqat (stasiun jamaah).

Editor: M Nur Pakar
Foto: Saudi Press Agency
Masidil Haram di Mekkah Arab Saudi 

SERAMBINEWS.COM, MEKKAH -  Kementerian Urusan Islam, Dakwah, dan Bimbingan Islam Arab Saudi telah menyelesaikan pengaturan untuk miqat (stasiun jamaah).

Tempat itu untuk menerima jamaah dan pengunjung yang melakukan umrah di Masjidil Haram di Mekkah.

Langkah-langkah tersebut termasuk menempatkan stiker lantai jarak sosial untuk menjaga jarak 2 meter antara jamaah.

Desinfeksi kasur 24 jam, pintu masuk, permukaan, dan kamar mandi, dan memasang papan nama dalam berbagai bahasa di pintu masuk miqat.

Kementerian itu menugaskan 769 karyawan, pekerja, teknisi, dan pengamat di semua miqat di Mekkah dan Madinah, untuk membimbing jamaah.

Sementara, para jamaah harus menunggu 14 hari sebelum memesan tanggal lain untuk Umrah di aplikasi Eatmarna yang akan segera diluncurkan, kata Kementerian Haji dan Umrah Saudi.

“Jamaah bisa umrah dua kali, tapi harus menunggu 14 hari sebelum umrah kedua kalinya," ujarnya.

Oktober Jadi Bulan Kanker Payudara Arab Saudi, Para Wania Diminta Tingkatkan Kesadarannya

Dikatakan hal itu untuk memberikan kesempatan kepada semua orang untuk menunaikan umrah sejalan dengan tindakan pencegahan yang diperlukan akibat virus Corona.

Dr. Amr Al-Maddah, Kepala Perencanaan dan Petugas Strategi Kementerian kepada Arab News, Kamis (1/10/2020) mengatakan tahap pertama, jamaah akan melakukan umrah pada enam waktu yang berbeda dalam sehari.

Masing-masing jamaah selama tiga jam.

Kementerian sedang mempelajari tempat-tempat yang tersedia yang dapat digunakan oleh jamaah untuk melakukan umrah sambil menjaga jarak sosial, memastikan protokol kesehatan.

Al-Maddah mengatakan, sejauh ini 35.000 permintaan telah terdaftar untuk melaksanakan umrah.

Para jamaah akan mulai melakukan umrah pada 4 Oktober 2020 dalam tahap pertama rencana umrah tahun ini, sejalan dengan protokol dan prosedur kesehatan.

Ditambahkan, antara Maghrib dan shalat Maghrib, jamaah haji tidak diperbolehkan umrah dan dialokasikan untuk pembersihan dan disinfektan.

“Jamaah akan mulai melakukan umrah pada tengah malam, dengan tempat didesinfeksi sebelum kedatangan setiap kelompok," katanya.

Guru Arab Saudi Menghadapi Tantangan Baru di Ruang Kelas Virtual, Siswa Kirim Tugas 24 Jam

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved