Rabu, 8 April 2026

Kebakaran di Bireuen

Satu Rumah di Bireuen Terbakar, Hanya Sertifikat Tanah yang Selamat

Mukhsin terduduk lesu melihat rumahnya ludes terbakar. Seluruh harta benda hangus, kecuali satu sertifikat tanah.

Penulis: Yusmandin Idris | Editor: Taufik Hidayat
Serambinews.com
Mukhsin seorang korban kebakaran di Pante Piyeu, Peusangan sedang menunjukkan sertifikat tanah yang selamat dari musibah tersebut. 

Laporan Yusmandin Idris | Bireuen

SERAMBINEWS.COM, BIREUEN - Mukhsin (39) seorang pemilik rumah pegawai Dinas Peternakan Bireuen hanya terduduk lesu melihat rumah miliknya ludes terbakar, seluruh harta benda ikut hangus, kecuali satu sertifikat tanah.

“Hanya ini satu sertifikat tanah yang selamat, lainnya seluruh ijazah apalagi baju termasuk peralatan rumah hangus semua,” ujarnya dengan nada bergetar kepada Serambinews.com, sekitar pukul 12.00 WIB, Sabtu (03/10/2020).

Mukhsin menceritakan, saat kejadian ia sedang di SMKN-PP Bireuen, begitu juga istrinya sebagai guru honor mengajar di sekolah tersebut dan anaknya ikut dibawa oleh istrinya bernama  Nuraini.

“Saya dapat informasi dari warga, rumah saya terbakar, rasanya tidak bisa jalan, rumah dalam keadaan tidak ada orang, pasti semua hangus dan ludes terbakar,” ujarnya.

Mukhsin mengaku, rumah yang ditempati tersebut dibeli akhir tahun 2012 lalu dengan harga Rp 95 juta menjadi tempat berteduh bersama istri dan seorang anaknya kelas II SD. 

Satu sertifikat tanah didapati dalam tumpukan sisa kebakaran, sedangkan surat penting lainnya mulai dari SK pegawai, ijazah miliknya dan milik istrinya terbakar semua.

“Baju dan celana Cuma ini saja yang ada, begitu juga istri dan anaknya hanya baju yang dipakai hari ini lainnya sudah hangus,” ujarnya.

Menjawab Serambinews.com dimana ia akan tinggal setelah rumah terbakar, Mukhsin seperti berpikir sejenak kemudian menjawab akan ke tempat mertua di Desa Cot Rabo.

“Sepertinya kami akan menumpang di rumah mertua di Desa Cot Rabo,” ujar Mukhsin.

Sementara itu, Nurantiah (56) seorang janda yang menantunya ikut terbakar kepada Serambinews.com mengaku seluruh seluruh surat penting dan pakain hangus dalam musibah tersebut.

“Semua terbakar, kartu keluarga juga hangus,” ujarnya saat menatap rumahnya yang tinggal
kerangka beton. 

Nurantiah yang didampingi beberapa keluarganya mengaku sangat terkejut ketika percikan api muncul dan berusaha memadamkan api, namun api membesar sampai ke atap dan terjadilah kebakaran.(*)

Menjadi Kapal Terbesar, Aceh Hebat 1 akan Berlayar ke Aceh November dan Beroperasi Januari 2021

Heboh! Tiga Pasangan Nekad Pesta Seks di Rumah Kosong Selama 4 Hari, Begini Kronologis

Jumlah Gaji Polisi Berpangkat Brigjen Hingga Jenderal, Segini Tunjangan Kinerja Per Bulan

Gawat! Tiga Pasangan Nekat Ngamar di Rumah Kosong Selama 4 Hari, Dua Pasangan Masih di Bawah Umur

Pijay Sediakan 400 Ha Lahan untuk 200 Eks Kombatan  

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved