Pemilihan Rektor
Ini Harapan Alumni IAIN Lhokseumawe dalam Penjaringan Balon Rektor Periode 2021-2025
Terkait hal itu, Ikatan Alumni (IKA) IAIN Lhokseumawe meminta kepada panitia dan semua pihak di kampus agar proses penjaringan tersebut dilakukan sesu
Penulis: Jafaruddin | Editor: Ansari Hasyim
Laporan Jafaruddin I Lhokseumawe
SERAMBINEWS.COM, LHOKSEUMAWE - Proses penjaringan Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Lhokseumawe Periode 2021-2025 kini sudah memasuki tahapan verifikasi berkas para bakal calon (balon) yang dijadwalkan dari 5 9 Oktober mendatang.
Verifikasi ini dilakukan setelah masa pendaftaran berakhir pada 2 Oktober 2020 dengan jumlah pendaftar delapan kandidat. Masing-masing, Azhar dosen dari Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh, Dr Mukhtasar Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (Febis) IAIN Lhokseumawe.
Kemudian, Dr Danial MAg, Dosen Fakultas Syariah, Dr Al Husaini M Daud MA Dosen Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Kependidikan (FTIK), lalu Dr H Hafifuddin MAg (Rektor IAIN Lhokseumawe Periode 2017-2021).
Dr Zulfikar Ali Buto Siregar MA (Wakil Rektor I Bidang Akademik dan KelembagaanIAIN Lhokseumawe), DrNasrullah SAg MAg Dosen Fakultas Syariah dan, Dr Dahlan A Rahman, SAg MSi (Wakil Rektor II Bidang Administrasi Umum, Perencanaan dan KeuanganIAIN Lhokseumawe).
Terkait hal itu, Ikatan Alumni (IKA) IAIN Lhokseumawe meminta kepada panitia dan semua pihak di kampus agar proses penjaringan tersebut dilakukan sesuai ketentuan, sehingga nantinya calon yang mendapat amanah yang benar-benar bisa membangun kampus ke depan.
“Dari awal alumni sudah mulai mengawasi proses penjaringan tersebut,” ujar Presidium IKA IAIN Lhokseumawe Safrizal dalam siaran pers yang diterima Serambinews.com, Senin (5/10/2020).
• Hari Ini, 56 ODP di Lhokseumawe Masih Dalam Proses Pemantauan
• Pedagang di Pasar Inpres Lhokseumawe Dilarang Dirikan Bangunan Darurat Berbentuk Ruko
• Prajurit TNI Harus Humanis dan Persuasif
Disebutkan, calon rektor ke depan bukan hanya memiliki visi untuk memajukan dunia pendidikan,tapi harus mampu melaksanakannya.
“Kami para alumni berharap agar para calon rektor untuk memahami hal tersubut,” ujar Safrizal.
Disebutkan, karena dipastikan tantangan ke depan ditengah kompetisi yang semakin tajam dengan banyaknya lahir lembaga - lembaga pendidikan setingkat universitas atau akademi, kampus IAIN harus menjadi pilihan utama bagi para calon mahasiswa.
“Menjadi seorang pemimpin di kampus besar bukanlah mudah,untuk itu buang sikap pragmatis dan hipokrit sehingga rektor terpilih mampu mengkomunikasikan dan mengintegrasikan seluruh kepentingan kampus IAIN bukan kepentingan pribadi dan kelompok,” ujar salah satu Presidium IKA IAIN Lhokseumawe.
Ditambahkan untuk memimpin kampus sebesar dan semegah IAIN tentunya rektor yang bukan hanya terpenuhi persyaratan administrasi. Namun yang benar-benar memahamikarateristik dan serta tradisi kampus yang selalu memperhatikan kearifan lokal.
Hal ini lanjut Safrizal perlu menjadi pertimbangan mengingat kenyamanan lingkungan akan sangat berpengaruh pula pada kenyamanan dan ketentraman dalam menjalani perkuliahan, karena itu alumni berharap rektor kedepan bukan hanya berpengalaman di dunia pendidikan.
Tapi juga memahami secara utuh kampus IAIN dan keberadaannya di bumi samudera pasai ini.
“Semoga segenap alumni solid dan satu kata dalam hal ini untuk kemajuan dan memajukan kampus beserta dunia pendidikan,” pungkas Safrizal.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/foto-ndg.jpg)