Selasa, 21 April 2026

Berita Luar Negeri

Ketegangan Arab Saudi dan Turki Meningkat, Mulai Seruan Boikot Produk 

Arab Saudi dan Turki telah berselisih selama beberapa tahun karena kebijakan luar negeri dan sikap terhadap kelompok politik Islam

Editor: Muhammad Hadi
Arab Saudi (www.wikipedia.org)
BENDERA ARAB SAUDI 

SERAMBINEWS.COM - Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Arab Saudi menyerukan boikot produk Turki di tengah laporan para pedagang yang menyebutkan, permusuhan antara Ankara dan Riyadh menghalangi aliran barang kedua kekuatan regional itu.

Arab Saudi dan Turki telah berselisih selama beberapa tahun karena kebijakan luar negeri dan sikap terhadap kelompok politik Islam.

Pembunuhan jurnalis Arab Saudi Jamal Khashoggi di Konsulat Arab Saudi di Istanbul pada 2018 meningkatkan ketegangan dengan tajam.

Tahun ini, kedua negara memblokir beberapa situs berita satu sama lain.

Gawat! Kondisi Kosan Cewek Lebih Ngeri dari Kos Cowok, Bikin Netizen Terkejut Hingga Tertawa

"Boikot terhadap semua produk Turki, baik itu impor, investasi, ataupun pariwisata, adalah tanggungjawab setiap pedagang dan konsumen Arab Saudi, sebagai tanggapan atas permusuhan terus menerus dari Pemerintah Turki terhadap kepemimpinan, negara, dan warga negara kami," kata Ketua Kadin Arab Saudi Ajlan al- Ajlan di Twitter, Sabtu (3/10/2020), seperti dikutip Reuters.

Kadin Arab Saudi adalah kelompok pebisnis sektor swasta non-pemerintah.

Menanggapi pertanyaan dari Reuters, Kantor Urusan Media Pemerintah Arab Saudi menyatakan, negara-negara Teluk Arab berkomitmen pada perdagangan internasional dan pakta investasi serta perdagangan bebas.

Pemuda Buang Foto Mantan Kekasihnya ke Laut, Ternyata Si Cewek Sudah 4 Tahun Jadi Milik Pria Lain

"Otoritas resmi di Kerajaan tidak membatasi barang-barang Turki," ujar mereka.

Selama lebih dari setahun, beberapa pedagang Arab Saudi dan Turki berspekulasi bahwa Arab Saudi sedang memberlakukan boikot tidak resmi atas impor dari Turki.

Seorang importir Arab Saudi mengatakan kepada Reuters dengan syarat anonim, peti kemas yang dia impor tahun ini dari Turki berada di pabean selama tiga bulan sebelum dibebaskan. 

Menurutnya, petugas Bea dan Cukai secara tidak resmi menyarankan dia untuk tidak mengimpor langsung dari Turki lagi.

Ibunya Nikahi Brondong Hingga Dituduh Kaya, Anak: Brondongnya yang Berduit, Bukannya Emak Gue

Pekan lalu, anggota parlemen oposisi Turki Mehmet Güzelmansur menyatakan, barang-barang, terutama buah dan sayur yang mudah rusak, yang diekspor dari negaranya di Hatay ditahan di perbatasan Arab Saudi lebih lama dari yang diperlukan pada saat kedatangan.

Dalam komentar yang dilaporkan media Turki dan di halaman Twitter-nya, Güzelmansur khawatir, apa yang dia gambarkan sebagai embargo tidak resmi sebagian oleh Arab Saudi akan diperluas.

Pada Kamis (1/10/2020) pekan lalu, Presiden Turki Tayyip Erdogan menyinggung negara-negara Teluk dalam pidatonya di depan parlemen.

Sumber: Kontan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved