Breaking News:

Techno

Dampak Covid-19, Sebanyak 75 Bursa Mata Uang Kripto Dunia Ditutup, Akibat Peretasan Sampai Penipuan

Dilaporkan, sebanyak 75 bursa mata uang kripto atau virtual telah ditutup karena peretasan, penipuan atau menghilang begitu saja karena alasan

Cointelegraph
Ilustrasi bursa mata uang kripto 

SERAMBINEWS.COM, LONDON - Virus Corona baru, Covid-19 terus menghantam berbagai lini keuangan dunia.

Tak terkecuali, bursa uang kripto atau virtual juga terkena dampak Covid-19.

Dilaporkan, sebanyak 75 bursa mata uang kripto atau virtual telah ditutup karena peretasan, penipuan atau menghilang begitu saja karena alasan yang tidak diketahui.

Kondisi itu terjadi sejak pandemi virus Corona dimulai awal tahun ini sampai September 2020.

Menurut Crypto Wisser Exchange Graveyard, lima bursa, termasuk Hotbit, FinexBox, dan WCX, diberi label sebagai penipuan, dan empat termasuk Altsbit, dan Nerae, ditandai sebagai diretas.

Aceh Siap Berintegrasi dengan Aturan Pemerintah Pusat Tangani Dampak Covid-19  

Total 31 ditutup secara sukarela sementara 34 diberi label sebagai 'MIA' karena menghilang tanpa penjelasan.

Pertukaran Belanda NLexch, dan Chili Chilebit adalah satu-satunya yang ditandai ditutup oleh pemerintah masing-masing pada tahun 2020.

Ada beberapa tren makro yang membantu menjelaskan mengapa begitu banyak bursa yang lebih kecil gagal, lansir Cointelegraph, Rabu (7/10/2/20).

Pertumbuhan DeFi dan kebangkitan pertukaran desentralisasi pada tahun 2020 telah meletakkan paku terakhir di peti mati untuk banyak operasi yang lebih kecil.

Tekanan regulasi juga telah meningkat sejak hari-hari awal industri dan banyak bursa belum mampu memenuhi persyaratan.

Perental Mainan Ikut Terdampak Covid-19, Pengunjung Minim dan Pendapatan Turun Drastis

Halaman
12
Editor: M Nur Pakar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved