Diduga Terkait UU Cipta Kerja, Situs DPR RI Diretas, Nama Diubah Jadi 'Dewan Penghianat Rakyat'
Halaman yang seharusnya menampilkan tulisan 'Dewan Perwakilan Rakyat', berubah menjadi 'Dewan Penghianat Rakyat'.
SERAMBINEWS.COM - Viral di media sosial, situs resmi Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) diretas hacker pada Kamis (8/10/2020).
Mulanya, seorang pengguna TikTok mengunggah video yang menunjukkan situs DPR RI diretas.
Halaman yang seharusnya menampilkan tulisan 'Dewan Perwakilan Rakyat', berubah menjadi 'Dewan Penghianat Rakyat'.
Situs website dpr.go.id pun langsung menjadi trending topik mencarian di Google setelah viral di Instagram.
Sebuah akun di Instagram bernama @energisolo, menunjukkan video tangkapan layar perubahan nama pada situs tersebut.
• FOTO - Demo Cabut UU Omnibus Law, Penyekatan Massa Aksi ke Istana, Bentrokan Pecah di Harmoni
• Ketahuan Beragama Ini dan Nonton TV Asing, Warga Korut Dipaksa Minum Air Abu Kremasi Mayat Tahanan
• Ini Isi Petisi Mahasiswa Saat Demo UU Cipta Kerja di Lhokseumawe
Namun kini website resmi pemerintah tersebut tak bisa diakses karena eror.
Bahkan ketika mengunjungi situs DPR RI tersebut, website resmi itu hanya menunjukkan halaman kosong.
Dalam video berdurasi 15 detik tersebut, terlihat tulisan 'Dewan Penghianat Rakyat'.
Diketahui sebuah akun bernama @donie.chandra yang pertama kali memperlihatkan situs DPR RI itu diretas.
"Anjir ini siapa yang ngubah cuy?" tulisnya pada Kamis (8/10/2020).
Video itu kemudian direpost oleh akun @energisolo yang hingga kini telah ditonton sebanyak 8 ribu kali.
Banyak warganet yang menuliskan komentar terkait peretasan website DPR RI tersebut.
• Kenakan Gaun, Waria Ikut Demo UU Cipta Kerja Hingga Pimpin Orasi Bersama Para Mahasiswa
• Cucu Habibie Sindir DPR Pengkhianat Pasca Sahkan UU Cipta Kerja: Kita Dijajah Bangsa Sendiri
"Tu baru para hacker yang turun tangan belum nanti kalau tukang santet", tulis @dhmeymas.
"Jangan kasih kendor," tulis @prsst09
"Tunggu aksi yang lain,' tulis @bonusandrian.
Diduga, kejadian peretasan ini dipicu aksi penolakan masyarakat Indonesia akan disahkannya Omnibus Law UU Cipta Kerja pada Senin (5/10/2020) lalu.
Banyak orang menilai UU tersebut mengandung pasal yang kontroversional yang tidak berpihak pada rakyat kecil.
Dari pantau Serambinews.com saat berita ini dinaikkan, situs web DPR sudah kembali normal dan menampilkan informasi seperti sebelumnya.
• Politikus Demokrat Sebut Pengesahan RUU Cipta Kerja Cacat Prosedural: Naskah Tak Dibagi Saat Rapat
Viral Gedung DPR Ri Dijual Rp 666 di Tokopedia
Muncul di situs jual beli online, Gedung DPR RI dijual seharga Rp 5.000 hingga Rp 10.000.
Foto penampakan gedung DPR yang dijual tersebut sempat ramai diperbicangkan di media sosial.
Diketahui, unggahan penjualan gedung DPR tersebut terpampang di marketplace Shopee dan Tokopedia.

Unggahan tentang penjualan gedung DPR tersebut yang menjadi 'jokes' tersebut pun viral di Twitter.
Tertulis juga dalam deskripsi penjualan, alasan penayangan gedung DPR dijual tersebut karena adanya kekecewaan masyarakat.
Dari pantauan TribunnewsWIki, Unggahan Gedung DPR dijual tersebut diketahui diunggah pada Selasa (6/10/2020).
Namun, saat dilihat kembali pada Rabu (7/10/2020) pukul 19.00 WIB, iklan gedung DPR 'dijual' itu sudah hilang.
(TribunnewsWiki.com/Restu)
Artikel ini telah tayang di Tribunnewswiki.com dengan judul Viral Situs DPR RI Diretas, Berubah Nama Jadi 'Dewan Penghianat Rakyat', Kini Situs Tak Bisa Diakses