Luar Negeri
Seminggu Tidak Diberi Makan, 5.000 Hewan Peliharaan Mati dalam Kardus di China
Setidaknya 5.000 hewan peliharaan ditemukan mati dalam kardus pengiriman di fasilitas logistik China tengah pekan lalu.
SERAMBINEWS.COM, LUOHE - Setidaknya 5.000 hewan peliharaan ditemukan mati dalam kardus pengiriman di fasilitas logistik China tengah pekan lalu.
Insiden ini diduga akibat miskomunikasi dalam alur pasokan industri.
Hanya beberapa ratus hewan yang selamat, dan pihak berwenang telah meluncurkan penyelidikan atas penemuan di provinsi Henan itu, kata kelompok penyelamat hewan Utopia kepada CBS News Rabu (30/9/2020).
"Stasiun itu penuh dengan kotak kiriman ekspres berisi ribuan hewan mati, dan semua tempatnya berbau bangkai busuk," kata Sister Hua pendiri kelompok penyelamat hewan tersebut, yang tidak menggunakan nama asli.
"Ini seperti neraka," katanya kepada CBS News dalam wawancara telepon.
Hewan-hewan yang mati itu di antaranya kelinci, marmut, kucing, dan anjing.
Semuanya disimpan di kandang plastik atau logam, yang dibungkus kotak karton dengan lubang udara.
Namun mereka dibiarkan dalam kotak tanpa makanan atau air selama sekitar seminggu, sebelum ditemukan di stasiun Logistik Dongxing, kota Luohe, provinsi Henan.
"Sangat jelas mereka mati karena lemas, dehidrasi, dan kelaparan," lanjut Hua.
• Masuk Zona Merah, 1.204 Warga Aceh Besar Terpapar Virus Corona dan 54 Orang Meninggal
• Demo Tolak UU Cipta Kerja, DPRK Lhokseumawe Janji Kirim Petisi Mahasiswa ke Presiden dan DPRI RI
Hukum di China melarang pengiriman hewan hidup dalam kemasan normal.
Hua melanjutkan, kemungkinan besar hewan-hewan itu dibeli online sebagai peliharaan, tetapi dibiarkan terlantar di depot logistik karena pengumpulan yang terhambat.
Perusahaan logistiknya diduga tak mau menandatangani pengiriman yang melanggar UU transportasi.
"Miskomunikasi di dalam perusahaan pelayaran dan inkonsistensi penerapan regulasi pelayaran secara langsung berakibat pada tragedi tersebut," ucap Hua.
"Tentu saja baik pembeli maupun penjual sama-sama bertangung jawab."
Perusahaan perkapalan Yunda mengatakan ke media lokal, mereka tidak tahu insiden tersebut tapi stafnya telah mengonfirmasi mereka diizinkan mengangkut hewan hidup dalam kardus berlubang, menurut surat kabar Global Times yang dikelola pemerintah.
Hua dan 20 rekan relawannya berhasil menyelamatkan 200 kelinci dan 50 anjing serta kucing dari lokasi kejadian.
Banyak di antara hewan-hewan itu kemudian diadopsi, lalu hewan yang sakit parah dibawa ke klinik.
Otoritas setempat juga mengatur agar ribuan hewan yang mati dikumpulkan, didisinfeksi, dan dikubur.
"Lakukan adopsi daripada membeli dan mengirim hewan secara ilegal," tegas Hua kepada publik, seraya mendesak otoritas China menegakkan aturan tentang pengiriman hewan hidup secara tegas.
• Satu Lagi Pasien Positif Covid-19 Dirawat di RSUD Langsa Meninggal Dunia
• VIDEO - Demo Tolak UU Cipta Kerja Polisi Bentrok Dengan Pendemo, Jakarta Jadi Mencekam
• Pemko Sabang Tingkatkan Kapasitas SKPK, Dalam Rangka Pengarusutamaan Gender
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "5.000 Hewan Peliharaan Mati dalam Kardus di China, Seminggu Tidak Makan"
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/5000-hewan-peliharaan-ditemukan-mati-dalam-kardus-di-china.jpg)