Berita Aceh Tamiang
Antisipasi Tanah Bergerak, Pinggiran Sungai Tamiang akan Dibangun Tanggul
“Sudah diusulkan dan kalau tidak ada hambatan, tahun depan sudah dibangun sheet pile (tanggul) di kawasan itu,” kata Bayu.
Penulis: Rahmad Wiguna | Editor: Nurul Hayati
“Sudah diusulkan dan kalau tidak ada hambatan, tahun depan sudah dibangun sheet pile (tanggul) di kawasan itu,” kata Bayu.
Lapoaran Rahmad Wiguna | Aceh Tamiang
SERAMBINEWS.COM, KUALASIMPANG – Pemkab Aceh Tamiang sudah merencanakan membangun sheet pile (tanggul) di sepanjang pinggiran sungai yang melintas di Kampung Benuaraja, Kecamatan Rantau.
Rencana ini disampaikan Plt Camat Rantau, Iman Suhery menyikapi tanah bergerak yang menyebabkan tiga rumah mengalami rusak ringan pada Sabtu (10/10/2020) pagi.
Bayu, sapaan Iman Suhery menjelaskan, berdasarkan informasi yang diterimanya dari Datok Penghulu Benuaraja, Suyono, usulan pembangunan ini sudah disampaikan perangkat kampung kepada Pemkab Aceh Tamiang pada tahun ini.
“Sudah diusulkan dan kalau tidak ada hambatan, tahun depan sudah dibangun sheet pile (tanggul) di kawasan itu,” kata Bayu.
Bayu menambahkan, sebagai langkah awal untuk mencegah terulangnya pergeseran tanah yang bisa menghanyutkan rumah, pihaknya akan segera mengecor sejumlah titik yang rawan ambles.
“Menunggu pengerjaan sheet pile tahun depan, kami akan mengecor dulu titik tanah yang bergeser hari ini. Supaya kuat menahan gerusan air sungai,” ungkapnya.
• Pemko Sabang Tingkatkan Kapasitas SKPK
Diketahui, tanah di pinggiran Sungai Tamiang, Kampung Benuaraja, Kecamatan Rantau, Aceh Tamiang mengalami pergerakan pada Sabtu (10/10/2020).
Insiden tanah bergerak ini, menyebabkan tiga rumah yang berada tidak jauh dari bibir sungai mengalami rusak ringan berupa retak pada sebagian dinding dan pondasi rumah.
Sejumlah warga mengaku, menyadari kejadian ini karena pergerakan tanah disertai suara gemuruh.
Ketika warga mengecek sumber suara, ternyata kondisi bagian belakang rumah warga sudah retak.
“Kejadiannya jam delapan pagi, ada suara gemuruh. Awalnya tidak tahu kalau itu dari tanah yang bergerak di sungai,” kata Abdurrahman, warga di lokasi kejadian, Sabtu (10/10/2020) siang.
Informasinya, tiga rumah warga yang rusak merupakan milik Jamaluddin (52), Hendri (48), dan Herwin (39).
Dugaan awal penyebab pergeseran tanah ini, dipicu tebing sungai tergerus air hujan yang meningkat dalam beberapa hari terakhir. (*)
• Aceh Keempat Terbanyak Kirim Peserta Kihajar STEM
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/salah-satu-rumah-yang-rusak-akibat-tanah-bergerak-di-pinggir-sungai-tamiang.jpg)