Breaking News:

Internasional

Korban Senjata Kimia Minta Jerman Adili Pemerintah Suriah, Ribuan Orang Telah Kehilangan Nyawa

Pengacara yang mewakili korban serangan senjata kimia di Suriah mengajukan tuntutan di Pengadilan Berlin kepada pemerintah Suriah, Rabu (7/10/2020).

AFP/File
Pengacara memberikan bukti baru kepada jaksa Jerman atas dugaan serangan senjata kimia terhadap wqarga Khan Shaykhun di Suriah pada 2017. 

SERAMBINEWS.COM, BERLIN - Pengacara yang mewakili korban serangan senjata kimia di Suriah mengajukan tuntutan di Pengadilan Berlin kepada pemerintah Suriah, Rabu (7/10/2020).

Pengaduan pidana yang diajukan di Jerman adalah yang pertama melalui yurisdiksi universal kepada pejabat Suriah yang dituduh membunuh ribuan warga sipil dalam serangan kimia di daerah yang dikuasai pemberontak.

Pengacara mengatakan akan menguraikan bukti baru yang menunjukkan pemerintah Suriah melakukan serangan senjata kimia, lansir AFP, Sabtu (10/10/2020).

Jerman memiliki undang-undang yurisdiksi universal yang menawarkan jalan hukum yang langka terhadap pemerintah Presiden Suriah Bashar Al Assad.

Tetapi, Rusia dan China sebelumnya telah memveto upaya Dewan Keamanan PBB untuk merujuk Suriah ke Pengadilan Kriminal Internasional.

Tuntutan itu merupakan pertama untuk mengambil tindakan atas dugaan penggunaan senjata kimia oleh Damaskus di Ghouta Timur pada 2013 dan Khan Shaykhun pada 2017.

Jalur Gaza Berikutnya, Pertempuran Warga Idlib Suriah Bertahan Hidup

Serangan, yang dikaitkan dengan tuntutan tersebut kepada pemerintah Suriah, mengakibatkan kematian sekitar 1.500 warga Suriah.

Pemerintah Suriah membantah menggunakan senjata kimia terhadap warga sipilnya sendiri.

Investigasi yang ditugaskan oleh PBB menyimpulkan pada 2016 bahwa pasukan pemerintah Suriah telah menggunakan gas klorin dan sarin.

Tuntutan tersebut merupakan hasil penyelidikan selama dua tahun oleh tiga organisasi; Inisiatif Keadilan Masyarakat Terbuka, Pusat Media dan Kebebasan Berekspresi Suriah, dan Arsip Suriah.

"Kami telah membawa bukti kepada jaksa yang menurut kami secara signifikan memperluas dengan serangan ini," kata Steve Kostas, penasihat utama Open Society Justice Initiative.

VIDEO - Ledakan di Suriah, Bom Mobil Renggut 18 Jiwa, 75 Orang Terluka

Ini termasuk melacak rantai komando untuk serangan Khan Shaykhun 2017 ke tingkat tertinggi pemerintah Suriah, katanya.

Negara lain, termasuk Inggris, mengakui prinsip yurisdiksi universal, di mana pengadilan dapat menuntut kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan di mana pun di dunia, di mana pun mereka lakukan.(*)

Save the Children Keluarkan Peringatan, Sebanyak 4,6 Juta Anak-anak di Suriah Terancam Kelaparan

Editor: M Nur Pakar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved