Pemkab Aceh Selatan Gelar FGD I Evaluasi RPJMD 2018 - 2023
Pemerintah Kabupaten Aceh Selatan, Selasa (13/10/2020) menggelar Focus Group Discussion (FGD) I Evaluasi Rencana Pembangunan Jangka Menengah
TAPAKTUAN - Pemerintah Kabupaten Aceh Selatan, Selasa (13/10/2020) menggelar Focus Group Discussion (FGD) I Evaluasi Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Aceh Selatan Tahun 2018 – 2023.
Kegiatan yang berlangsung di Aula Bappeda Aceh Selatan ini di buka oleh Bupati Aceh Selatan, Tgk Amran serta dihadiri Kepala SKPK serta para dan narasumber, yakni H Rustam Effendi SE, M.Econ, Ph.D (Cand), DR Muhammad Abrar SE M.Si, DR Isthafan Najmi SE M.Si dan Yusri SE M.Si.Ak dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unsyiah.
Sebagaimana diketahui, RPJMD Kabupaten Aceh Selatan Tahun 2018 – 2023 akan memasuki tahun ke tiga visi dan misi Azam (Azwir - Amran). Evaluasi paruh waktu ini dimaksudkan untuk mengetahui tingkat pencapaian hasil kinerja pembangunan, permasalahan dan kendala yang dihadapi serta alternatif tindak lanjut yang diperlukan dalam perencanaan pembangunan pada sisa waktu pelaksanaan RPJMD Kabupaten Aceh Selatan tahun 2018 – 2023.
Dalam sambutannya, Bupati Aceh Selatan mengatakan bahwa tumbuh dan berkembangnya ekonomi suatu daerah tidak terlepas dari sebuah tatanan ekonomi yang ditopang oleh perpaduan tiga unsur utama yakni keunggulan budaya, seni, dan inovasi teknologi.
“Kondisi ini sering disebut sebagai rezim ekonomi berbasis ilmu pengetahuan atau knowledge based economy (KBE). Era ini menyebabkan terjadinya pergeseran arti ilmu pengetahuan itu sendiri. Hal ini kiranya menjadi perhatian dan evaluasi kita dalam mencapai ‘Aceh Selatan hebat,” kata Tgk Amran.
Pada kesempatan tersebut, Bupati juga minta kepada para kepala SKPK untuk melakukan evaluasi sesuai dengan bidang tugas masing-masing, sekaligus memberikan data dan informasi kepada tim dari Bappeda guna kesempurnaan penyusunan dokumen, sehingga akan dirumuskan solusi guna mewujudkan Kabupaten Aceh Selatan Hebat dalam hal pelayanan publik, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Aceh Selatan.
“Beberapa indikator pembangunan daerah sudah mendekati target, dan ada juga yang sudah melebihi target. Kendati demikian, hal ini tentunya terus mendorong semangat kita guna mewujudkan visi dan misi pemerintah Kabupaten Aceh Selatan kepemimpinan Azam periode 2018-2023,” paparnya.
Tambah Bupati, tujuan pembangunan yang dilaksanakan adalah mewujudkan kemakmuran dan daya saing Kabupaten Aceh Selatan yang dilihat dari beberapa indikator pembangunan antara lain indeks pembangunan manusia yang terdiri dari tingkat pendidikan, kesehatan dan pendapatan.
“Sementara itu, dengan adanya pandemi covid – 19 menyebabkan laju pertumbuhan ekonomi hampir disemua negara mengalami pertumbuhan minus, pengangguran meningkat tajam dan kemiskinan meningkat tajam. Karena itu, kita harus merumuskan konsep pembangunan yang tanggap terhadap bencana baik alam maupun non alam, serta pro kepada kebutuhan rill masyarakat,” pungkasnya.(HAS)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/pembangunan-jangka-menengah-daerah-rpjmd.jpg)