Kamis, 4 Juni 2026

Inilah Panusaya, Mahasiswi Pemberani yang Pimpin Aksi Menentang Monarki Thailand: Kini Ditahan

Panusaya akhirnya ditangkap polisi setelah otoritas menyatakan keadaan darurat negara dan melarang berkumpul lebih dari empat orang.

Tayang:
Editor: Amirullah
Handout / AFP
Foto yang diambil dan dirilis pada 15 Oktober 2020 oleh Pengacara Thailand untuk Hak Asasi Manusia menunjukkan pemimpin mahasiswa Thailand Panusaya "Rung" Sithijirawattanakul ditangkap oleh polisi dari kamar hotelnya di Bangkok setelah pemerintah memberlakukan keputusan darurat. Pemerintah Thailand mengumumkan keadaan darurat yang melarang pertemuan lebih dari empat orang dan melarang posting online yang dianggap sebagai ancaman terhadap keamanan nasional pada 15 Oktober dalam upaya untuk mengakhiri protes pro-demokrasi yang membara. 

SERAMBINEWS.COM - Angin reformasi sedang berhembus kencang di Thailand.

Ribuan orang turun ke jalan menentang monarki Thailand.

Ribuan orang ini, sejak Agustus 2020, menyerukan agar kekuasaan monarki Thailand diakhiri.

Aksi ini dipimpin, salah satunya, seorang mahasiswi bernama Panusaya Sithijirawattanakul (21).

Pada demo Kamis (15/10/2020), Panusaya akhirnya ditangkap polisi setelah otoritas menyatakan keadaan darurat negara dan melarang berkumpul lebih dari empat orang.

Ketika Panusaya memutuskan untuk mengambil risiko masuk penjara dengan menyerukan reformasi pada monarki kuat Thailand, dia tidak tahu bagaimana tanggapan orang.

Beberapa jam sebelumnya, dia merasa seperti akan pingsan.

()Pemimpin dan Juru bicara Persatuan Mahasiswa Thailand Panusaya "Rung" Sithijirawattanakul (tengah, baju merah) berbicara dari sebuah truk saat pengunjuk rasa pro-demokrasi berbaris menuju Gedung Pemerintah selama unjuk rasa anti-pemerintah di Bangkok pada 14 Oktober 2020. (Lillian SUWANRUMPHA / AFP) (Lillian SUWANRUMPHA / AFP)

Baca juga: Oknum Tentara LGBT Bikin Kelompok Nyerempet TNI, Ternyata Pentolannya Berpangkat Sersan

Baca juga: Thailand Berlakukan Keadaan Darurat, Ribuan Demonstran Turun ke Jalan-Jalan

Setelah berpaling kepada teman-temannya untuk mendapatkan kepastian, dia berjalan ke panggung demonstrasi besar-besaran di Bangkok dan dengan tenang menyampaikan pidato yang akan mengguncang negara.

Di depan ribuan mahasiswa, dia menyerukan agar kekuasaan dan kekayaan Raja Thailand dibatasi, dikutip The Guardian, Selasa (13/10/2020).

Panusaya menantang institusi yang dilindungi oleh hukum monarki yang ketat dan telah lama tak tersentuh.

Anggarannya harus dikurangi, dana pribadi raja harus dipisahkan dari aset mahkota dan raja tidak boleh mendukung kudeta lebih lanjut, katanya, membaca dari daftar 10 poin.

Kritik terhadap monarki seharusnya tidak dilarang, tambahnya.

“Jika orang-orang [tidak setuju], itu sudah berakhir,” kata siswa berusia 21 tahun itu, mengingat kembali hari itu di bulan Agustus.

Baca juga: Maha Vajiralongkorn Jadi Raja Terkaya di Dunia, Dari Mana Sumber Kekayaan Raja Thailand?

()Pemimpin dan Juru bicara Persatuan Mahasiswa Thailand Panusaya "Rung" Sithijirawattanakul (kiri) berbicara di samping aktivis pro-demokrasi Parit "Penguin" Chiwarak dalam unjuk rasa anti-pemerintah di Bangkok pada 14 Oktober 2020. (Jack TAYLOR / AFP) (Jack TAYLOR / AFP)

Pada bulan September, puluhan ribu orang berkumpul untuk demonstrasi lain yang dipimpin oleh mahasiswa, di mana Panusaya tidak hanya mengulangi tuntutan untuk mengekang kekuasaan monarki, tetapi secara dramatis menyerahkannya ke dewan rahasia raja.

Protes lain direncanakan pada hari Rabu, ketika para siswa bermaksud untuk berkumpul di Monumen Demokrasi Bangkok dan berbaris ke Gedung Pemerintah. Kelompok ultra-royalis telah mengumumkan rencana untuk mengadakan protes balasan.

Sumber: TribunnewsWiki
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved