Inilah Panusaya, Mahasiswi Pemberani yang Pimpin Aksi Menentang Monarki Thailand: Kini Ditahan
Panusaya akhirnya ditangkap polisi setelah otoritas menyatakan keadaan darurat negara dan melarang berkumpul lebih dari empat orang.
SERAMBINEWS.COM - Angin reformasi sedang berhembus kencang di Thailand.
Ribuan orang turun ke jalan menentang monarki Thailand.
Ribuan orang ini, sejak Agustus 2020, menyerukan agar kekuasaan monarki Thailand diakhiri.
Aksi ini dipimpin, salah satunya, seorang mahasiswi bernama Panusaya Sithijirawattanakul (21).
Pada demo Kamis (15/10/2020), Panusaya akhirnya ditangkap polisi setelah otoritas menyatakan keadaan darurat negara dan melarang berkumpul lebih dari empat orang.
Ketika Panusaya memutuskan untuk mengambil risiko masuk penjara dengan menyerukan reformasi pada monarki kuat Thailand, dia tidak tahu bagaimana tanggapan orang.
Beberapa jam sebelumnya, dia merasa seperti akan pingsan.
Baca juga: Oknum Tentara LGBT Bikin Kelompok Nyerempet TNI, Ternyata Pentolannya Berpangkat Sersan
Baca juga: Thailand Berlakukan Keadaan Darurat, Ribuan Demonstran Turun ke Jalan-Jalan
Setelah berpaling kepada teman-temannya untuk mendapatkan kepastian, dia berjalan ke panggung demonstrasi besar-besaran di Bangkok dan dengan tenang menyampaikan pidato yang akan mengguncang negara.
Di depan ribuan mahasiswa, dia menyerukan agar kekuasaan dan kekayaan Raja Thailand dibatasi, dikutip The Guardian, Selasa (13/10/2020).
Panusaya menantang institusi yang dilindungi oleh hukum monarki yang ketat dan telah lama tak tersentuh.
Anggarannya harus dikurangi, dana pribadi raja harus dipisahkan dari aset mahkota dan raja tidak boleh mendukung kudeta lebih lanjut, katanya, membaca dari daftar 10 poin.
Kritik terhadap monarki seharusnya tidak dilarang, tambahnya.
“Jika orang-orang [tidak setuju], itu sudah berakhir,” kata siswa berusia 21 tahun itu, mengingat kembali hari itu di bulan Agustus.
Baca juga: Maha Vajiralongkorn Jadi Raja Terkaya di Dunia, Dari Mana Sumber Kekayaan Raja Thailand?
Pada bulan September, puluhan ribu orang berkumpul untuk demonstrasi lain yang dipimpin oleh mahasiswa, di mana Panusaya tidak hanya mengulangi tuntutan untuk mengekang kekuasaan monarki, tetapi secara dramatis menyerahkannya ke dewan rahasia raja.
Protes lain direncanakan pada hari Rabu, ketika para siswa bermaksud untuk berkumpul di Monumen Demokrasi Bangkok dan berbaris ke Gedung Pemerintah. Kelompok ultra-royalis telah mengumumkan rencana untuk mengadakan protes balasan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/mahasiswa-thailand-panusaya-rung-sithijirawattanakul.jpg)