Berita Bener Meriah
Ketua HPBM: Perjuangan ALA Penting, Menstabilkan Harga Kopi Lebih Penting
“ALA penting, harga kopi lebih penting untuk menyejahterakan petani,” kata Riga yang saat ini tercatat sebagai mahasiswa aktif di Unsyiah.
Penulis: Budi Fatria | Editor: Nurul Hayati
“ALA penting, harga kopi lebih penting untuk menyejahterakan petani,” kata Riga yang saat ini tercatat sebagai mahasiswa aktif di Unsyiah.
Laporan Budi Fatria | Bener Meriah
SERAMBINEWS.COM, REDELONG - Himpunan Pemuda Pelajar Mahasiswa Bener Meriah (HPBM) Banda Aceh melalui keterangan tertulisnya, Jumat (16/10/2020) meminta eksekutif dan legislatif di Kabupaten Bener Meriah untuk mencari solusi membantu petani, terkait harga kopi yang turun drastis saat memasuki musim panen ini.
Ketua Umum HPBM Banda Aceh, Riga Wantona mengatakan, masa panen kopi di Dataran Tinggi Gayo (DTG) khususnya di Bener Meriah akan dimulai, sedangkan harga jual kopi masih rendah.
“Kopi adalah komoditi utama di Bener Meriah, sudah sepantasnya pemerintah daerah serius memikirkan solusi untuk bantu petani,” ujarnya.
Menurutnya, Pemerintah Daerah semestinya fokus untuk meningkatkan ekonomi masyarakat, bukan malah teralihkan pada isu lainnya.
“ALA penting, harga kopi lebih penting untuk menyejahterakan petani,” kata Riga yang saat ini tercatat sebagai mahasiswa aktif di Unsyiah.
Lanjutnya, rata-rata penjualan gelondong saat ini berkisar antara Rp 6.500 sampai Rp 7.000 per bambunya.
Baca juga: BMKG Memprediksi Hujan masih Landa Aceh Hingga Tiga Hari ke Depan
Resi gudang yang sebelumnya diwacanakan membantu petani, juga belum memberikan pengaruh yang signifikan.
Ia mendesak bupati untuk segera menyurati Plt Gubernur Aceh yang sebelumnya menyampaikan janji Presiden, Jokowi akan membantu membeli kopi petani. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/ketua-umum-hpbm-banda-aceh-riga-wantona.jpg)