Rabu, 29 April 2026

Otomotif

Miniatur Legenda Raja Jalanan Yamaha RX-King Dapat Dirakit dari Barang Rongsokan

RX-King menjadi salah satu motor lawas yang saat ini sedang menjadi primadona bagi kolektor otomotif.

Editor: M Nur Pakar
https://www.instagram.com/riz_miniaturmotor
Miniatur RX-King yang dibuat oleh Wawang Kurniawan 

SERAMBINEWS.COM, JAKARTA - RX-King menjadi salah satu motor lawas yang saat ini sedang menjadi primadona bagi kolektor otomotif.

Tidak hanya motornya saja yang diburu, miniatur motor legenda raja jalanan inipun kerap dicari para pecintanya.

Bermodalkan barang bekas, seorang pria bernama Wawang Kurniawan berhasil membuat berbagai miniatur motor RX-King.

Dirinya bahkan mampu meraup ratusan hingga jutaan rupiah.

Pengrajin miniatur yang tinggal di Kampung Dukuh Ciputat Tangerang Selatan ini menceritakan bagaimana awal mula kisahnya bisa menghasilkan miniatur motor hingga mampu menghasilkan pundi-pundi rupiah.

Baca juga: Yamaha Rilis Skutik Bertampang Unik, Vinoora Matik Untuk Pasar Taiwan

“Awalnya karena hobi, tahun 2018 Miniatur pertama yang saya buat itu Honda Vario."

"Itu masih saya buat dari kayu."

"Lalu pada awal 2019 baru saya beranikan untuk terima orderan, dan Allhamdullillah sampai sekarang,” ujar Wawang saat dihubungi Kompas.com, Kamis (15/10/2020).

Melalui kedua tangannya, pria berusia 38 tahun ini mampu menciptakan ratusan jenis miniatur motor dengan hanya bermodalkan barang-barang bekas yang dipasarkan melalui akun instagram pribadinya @riz_miniaturmotor.

“Bisa dibilang bahan-bahan yang saya gunakan adalah barang rongsok, seperti paralon, kabel tunggal, kaleng softdrink, hingga jarum pentul,” katanya.

Baca juga: CBR250RR, Supersport Terbaru dari Honda

Mulanya, Wawang hanya sekedar iseng mengunggah hasil karyanya tersebut di media sosial (Facebook) RX-King Indonesia.

Namun tidak disangka, dari unggahannya tersebut dirinya bisa mendapatkan konsumen pertama hingga kini sudah ratusan orderan yang ia kerjakan.

“Dari postingan RX-King itu mulai banyak permintaan, penjualannya sudah sampai ke Papua, Kalimantan, Pulau Jawa,” tuturnya.

Untuk pembuatan satu unit miniatur, Wawang mengaku membutuhkan waktu kurang lebih satu minggu.

“Sebenarnya kalau saya fokuskan disitu, hanya butuh waktu dua hari saja."

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved