Rabu, 20 Mei 2026

Berita Bener Meriah

150 Polisi Kawal Demo di Bener Meriah, Massa 'Petani Kopi Menangis" Menuntut Ini

Masa dari Petani Kopi Menangis (PKM) melakukan aksi ke gedung dewan untuk menuntut agar pemerintah daerah memperhatikan nasib petani kopi

Tayang:
Penulis: Budi Fatria | Editor: Nur Nihayati
SERAMBINEWS.COM/BUDI FATRIA
Polres Bener Meriah menurunkan sebanyak 150 personel untuk mengamankan aksi unjuk rasa Petani Kopi Menangis (PKM) di Gedung DPRK Bener Meriah, Senin (19/10/2020). SERAMBINEWS.COM/BUDI FATRIA 

 Masa dari Petani Kopi Menangis (PKM) melakukan aksi ke gedung dewan untuk menuntut agar pemerintah daerah memperhatikan nasib petani kopi

Laporan Budi Fatrian | Bener Meriah

SERAMBINEWS.COM, REDELONG - Aksi unjuk rasa kembali terjadi di daerah dataran tinggi Kabupaten Bener Meriah.

Polres Bener Meriah menurunkan sebanyak 150 personel untuk mengamankan aksi unjuk rasa Petani Kopi Menangis (PKM) di Gedung DPRK Bener Meriah, Senin (19/10/2020).

Massa dari Petani Kopi Menangis (PKM) melakukan aksi ke gedung dewan untuk menuntut agar pemerintah daerah memperhatikan nasib petani kopi di Bener Meriah.

Massa dari daerah itu datang ke lokasi demo dengan membawa sejumlah poster dan spanduk.

Baca juga: Begini Perkembangan Rehab 11 Masjid di Pidie Jaya Pakai DOKA 2020, Masjid Terdampak Gempa 2016

Baca juga: Cegah Covid-19 di Aceh, Rektor Unsyiah: Diperlukan Pembatasan Aktivitas Keluar Malam

Baca juga: Brimob Bersama Tim Gabungan di Nagan Raya Bagikan Sembako untuk Warga Miskin

Antara lain poster berisi tulisan beraroma romantis antara lain, "Cukup Cinta Yang Kandas Harga kopi jangan.

"Cukup Harga Mantan aja yang turun harga kopi jangan.

"harga chip aja naik, masak harga kopi turun. "Qanun kopi harga mati untuk petani kopi".

Kapolres Bener Meriah, AKBP Siswoyo Adi Wijaya SIK menyampaikan, untuk mengamankan aksi tersebut, pihaknya menurunkan sebanyak 150 personel.

Disebutkan, selain dari Polres Bener Meriah, ada juga dari personel Brimob Kompi 3 Batalyon B Pelopor Polda Aceh, TNI, Satpol PP dan WH serta instansi terkait.

"Untuk personel Polri yang ada di lapangan kita mengarahkan agar setiap melakukan pengamanan unjuk rasa bersikap humanis dan tidak terpancing emosi dalam menghadapi masyarakat yang berorasi,” AKBP Siswoyo.

Lanjutnya, sesuai dengan arahan Kapolda Aceh, Irjen Pol Drs Wahyu Widada M Phil melalui telegram tentang menghadapi masyarakat yang berunjuk rasa agar para personel Polri jajaran Polda Aceh lakukan pengamanan unjuk rasa secara profesional gunakan pendekatan humanis/persuasif jangan gunakan kekerasan.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved