Jumat, 8 Mei 2026

Internasional

531 Perusahaan Umrah Arab Saudi Siap Terima Jamaah Asing, Rawdah di Masjid Nabawi Kembali Dibuka

Kerajaan Arab Saudi telah mempersiapkan 531 perusahaan umrah menerima pengunjung dari luar negeri.

Tayang:
Editor: M Nur Pakar
Foto: Saudi Press Agency
Arab Saudi membuka kembali Rawdah di Masjid Nabawi untuk umum setelah penutupan untuk mengekang penyebaran COVID-19 pada Minggu (18/10/2020). 

SERAMBINEWS.COM, JEDDAH - Kerajaan Arab Saudi telah mempersiapkan 531 perusahaan umrah menerima pengunjung dari luar negeri.

Hal itu sebagai langkah ketiga dalam pemulihan bertahap layanan umrah pada 1 November 2020.

Arab Saudi juga kembali mengizinkan jamaah berdoa di Rawdah Masjid Nabawi di Madinah untuk pertama kalinya dalam hampir tujuh bulan.

Tempat suci yang bernama lengkap Al-Rawdah Al-Sharifa (The Exalted Garden) itu ditutup karena wabah COVID-19 pada Maret 2020 lalu.

Meskipun Masjid Nabawi membuka pintunya untuk menerima shalat pada bulan Juni, larangan akses ke Rawdah tetap berlaku, lansir ArabNews, Senin (19/10/2020).

Rawdah terletak di antara Kamar Suci (dikenal sebagai rumah Nabi), dan Mimbar Nabi.

Baca juga: Kampanye Arab Saudi Boikot Produk Turki Mendapatkan Momentum, Ini Alasannya

Bagian tenggara Masjid Nabawi ini adalah tempat rumahnya pernah berdiri, tempat dia tinggal bersama istrinya Aisha binti Abu Bakar dan dimakamkan.

Ini adalah nilai religius yang sangat tinggi bagi umat Islam.

“Di antara rumah saya dan mimbar saya ada sebuah taman dari taman surga,” kata sebuah Hadis dari Bukhari.

Para jamaah tergerak secara emosional karena bisa berdoa di Rawdah dan memberi penghormatan kepada Nabi (SAW) dan dua sahabatnya, Abu Bakar Siddiq dan Umar ibn Al-Khattab di makam mereka.

"Saya diberkati berada di antara kelompok pertama pengunjung wanita ke Rawdah pada pagi pertama bulan Rabi Al-Awwal," kata Hanan Al-Jihani (39) kepada Arab News, Minggu (18/10/2020).

“Ini adalah pengalaman yang luar biasa di hari yang luar biasa," tambahnya.

Al-Jihani dapat memesan slotnya melalui aplikasi Eatmarna yang diluncurkan awal bulan lalu.

“Mereka pertama kali memastikan barcode kunjungan saya sudah benar dan mengecek suhu tubuh saya, lalu kami menunggu beberapa menit sebelum diizinkan masuk ke Rawdah,” tambahnya.

Baca juga: Arab Saudi Perluas Area Umrah dan Shalat di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi

Al-Jihani mengenang sambutan hangat dari para pegawai perempuan dan bau bakhour (dupa) di udara di seberang masjid.

“Kami meminta bantuan dan kesuksesan Tuhan untuk pemerintah dan semua staf keamanan, karyawan, pekerja dan relawan yang melayani Masjid Nabawi," ujarnya.

Eman Mahmoud, dari Jeddah, berkata:

“Ini pasti hari yang diberkati di awal bulan yang diberkati ketika Nabi, lahir."

"Saya tidak bisa lebih bahagia ketika saya mendengar kami akhirnya bisa mengunjungi ruang suci dan menyapa Nabi kami,” katanya.

Pria berusia 50 tahun, yang sering berkunjung ke Madinah dan Masjid Nabawi, mengatakan dalam beberapa bulan terakhir ini sulit bagi semua orang,

“Saya tidak bisa mengungkapkan betapa saya merindukan masa lalu di Masjid Nabawi," katanya.

"Saya berharap krisis segera berakhir dan semua Muslim dapat menikmati pengalaman spiritual yang memurnikan hati mereka di masjid ini," harapnya.

Nabi lahir pada hari ke 12 bulan Islam Rabi Al-Awwal, yang dimulai pada hari Minggu.

Baca juga: Warga Arab Saudi Mulai Khawatirkan Datangnya Musim Dingin, Flu dan Virus Corona Tak Dapat Dihindari

Sebagian besar Muslim di seluruh dunia menganggap bulan ini sebagai bulan yang penuh berkah dan merayakan hari lahir Nabi dengan berbagai tradisi agama.

Kunjungan didasarkan pada kapasitas terbatas Rawdah.

Para jamaah dapat mengajukan izin melalui aplikasi Eatmarna, di mana mereka ditawarkan pilihan untuk shalat di Masjid Nabawi, Rawdah, atau menyapa Nabi.

Masjid Quba juga dibuka pada hari Minggu (18/10/2020) saat shalat subuh.

"Masjid akan dibuka dari shalat Subuh hingga Isya dengan tetap menjaga semua tindakan pencegahan," kata Wajab Al-Otaibi, Direktur Umum Kementerian Urusan Islam di Madinah.

“Tahun lalu, Raja Salman mengarahkan pembukaan Masjid Quba 24 jam sehari, tetapi selama pandemi, masjid ditutup," urainya.

Sekarang, saat masjid dibuka kembali, Quba hanya akan menerima pengunjung dalam waktu yang telah ditentukan, yaitu shalat lima waktu ” ujarnya.

Para jamaah harus membawa sajadah mereka sendiri, Al-Otaibi menambahkan.

Masjid Quba, yang terletak di sebelah selatan Madinah, adalah masjid paling bergengsi kedua di kota itu setelah Masjid Nabawi, tetapi yang paling penting dibangun pada tahun pertama kalender Islam.

Presidensi Umum Masjidil Haram dan Masjid Nabawi, bekerja sama dengan Kementerian Haji dan Umrah,

Kementerian Kesehatan dan sejumlah lembaga keamanan, telah melakukan persiapan untuk melayani para pengunjung dan jamaah sesuai langkah pencegahan COVID-19. .

Mesin telah dipasang untuk membersihkan aula, lantai, karpet, dan gerbang Masjid dengan bahan yang ramah lingkungan.

Asosiasi Umum Mobil menyediakan bus untuk mengangkut pengunjung dan jamaah antara tempat parkir yang dialokasikan untuk mereka dan Masjidil Haram.

Selanjutnya, 531 perusahaan umrah bersiap menerima pengunjung dari luar negeri sebagai langkah ketiga dalam pemulihan bertahap layanan umrah pada 1 November 2020.

Hani Al-Omairi, anggota Komite Nasional Haji dan Umrah dan Komite Hotel di Makkah, mengatakan bahwa perusahaan Umrah telah menyelenggarakan lokakarya khusus.

Untuk melatih karyawan mereka tentang bagaimana bertindak dalam situasi krisis, manajemen keramaian, menerima pengunjung di bandara dan hotel.

Kemudian mengawasi pintu masuk Masjidil Haram, dan membuat janji melalui aplikasi Eatmarna.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved