Internasional
Arab Saudi Jadi Negara Pertama di Dunia Arab Terbitkan Makalah ilmiah Virus Corona
Kerajaan Arab Saudi menempati peringkat pertama di dunia Arab dalam penerbitan makalah ilmiah tentang virus Corona.
SERAMBINEWS.COM, NEOM - Kerajaan Arab Saudi menempati peringkat pertama di dunia Arab dalam penerbitan makalah ilmiah tentang virus Corona.
Raja Salman memimpin sesi virtual kabinet meninjau berbagai aspek terkait perang melawan penyebaran virus Corona.
Kerajaan menduduki peringkat ke-25 secara global dan ke-2 di Timur Tengah untuk penelitian klinis dan studi tentang virus Corona, kata kabinet, lansir Saudi Press Agency (SPA), Selasa (20/10/2020).
Kerajaan melaporkan 385 kasus COVID-19 pada Senin (19/10/2020) dan 16 kematian.
Sebanyak 5.217 orang telah meninggal di Arab Saudi karena penyakit tersebut.
Para menteri juga memperbarui kemajuan tahap kedua dari pelonggaran bertahap pembatasan ibadah umrah dan shalat di Al-Rawdah Al-Sharifah (area antara makam Nabi Muhammad dan mimbar) untuk warga negara dan ekspatriat.
Baca juga: 531 Perusahaan Umrah Arab Saudi Siap Terima Jamaah Asing, Rawdah di Masjid Nabawi Kembali Dibuka
Fase tersebut akan memungkinkan hingga 15.000 jamaah umrah dan 40.000 jamaah shalat atau sekitar 75 persen dari kapasitas dengan mempertimbangkan protokol kesehatan.
Fase pertama memungkinkan warga Kerajaan untuk melakukan umrah dengan kapasitas 30 persen mulai 4 Oktober 2020, setara dengan 6.000 jamaah per hari.
Para menteri juga menyampaikan komunike terakhir dari Pertemuan Para Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral G20 yang menegaskan kembali tekad.
Untuk terus menggunakan semua kebijakan untuk membantu pemulihan dari pandemi Covid-19.
Secara terpisah, kabinet menyambut restrukturisasi raja pada Minggu (18/10/2020) atas Dewan Cendekiawan Senior, Dewan Shoura dan Mahkamah Agung.
Baca juga: Kampanye Arab Saudi Boikot Produk Turki Mendapatkan Momentum, Ini Alasannya
Dekrit tersebut menunjuk 20 orang ke Dewan Cendekiawan Senior, badan keagamaan tertinggi Kerajaan.
Kabinet juga meninjau dialog strategis antara Kerajaan dan AS.
Pertemuan tersebut berfokus pada masalah-masalah strategis, termasuk memerangi ekstremisme dan terorisme.
Termasuk menghadapi sikap Iran yang tidak stabil dan mengancam di Timur Tengah serta mengganggu perdagangan global,(*).
Baca juga: Arab Saudi Perluas Area Umrah dan Shalat di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/raja-salman-pimpin-pertemuan-kabinet.jpg)